Pengamat : Partai Demokrat Cari Aman seperti 2014

Oleh:
ANTARA/Aprillio Akbar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan XIII saat diskusi di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (13/9).

Bisnis.com, JAKARTA--Kebijakan politik Partai Demokrat dalam Pemilu 2019 tidak jauh berbeda dengan Pemilu 2014 yang cenderung memilh cara aman.

Menurut Direktur Lembaga IndoStrategi, Arif Nurul Imam, dengan mengizinkan kadernya menentukan sendiri piliha politik yang berbeda dari garis kebijakan partai maka partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memainkan politik cari aman dengan formasi yang berbeda.

“Meski parpol bukan satu-satunya variabel meraih kemenangan, namun soliditas partai pendukung menjadi salah satu kunci memenangkan laga kontestasi Pilpres,” ujarnya, Selasa (11/9).

Dia pun menyebut manuver tersebut juga menunjukkan bahwa Partai Demokrat sengaja memberikan investasi politik pada paslon Jokowi-Ma'ruf Amin.

“Jika yang menang Jokowi-Makruf Amin misalnya, Demokrat tetap bisa meminta imbalan konsesi politik seperti jatah di kabinet,” katanya.

Membolehkan kadernya membelot mendukung petahana Jokowi-Ma'ruf Amin maka Partai Demokrat secara substantif punya strategi cari aman.

Pasalnya, hal tersebut bertentangan dengan sikap resmi Demokrat yang sudah memutusakn berkoalisi dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

“Politik dua kaki yang dimainkan Partai Demokrat adalah sebagai cara mencari aman saja,” katanya.

Arif menilai sesungguhnya sikap politik itu tidak begitu mengejutkan publik. Paalnya, pada Pilpres 2014 sikap partai itu menyatakan netral.

Namun, lanjutnya, karena Undang-undang Pemilu yang baru partai politik tidak boleh netral maka Demokrat secara kelembagaan mendukung paslon Prabowo-Sandi.

Hanya saja, partai itu sekaligus membiarkan kadernya mendukung paslon petahana. 

Editor: Rustam Agus

Berita Lainnya: