Kemenristekdikti Targetkan 100 Jurnal Terindeks Scopus

Oleh:
Youtube Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi menargetkan 100 jurnal dapat terindeks Scopus sampai 2019.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Sadjuga dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis dari Kemenristekdikti, Rabu malam (12/9/2018).

Sadjuga mengatakan bahwa saat ini baru 44 jurnal di saat ini baru 44 jurnal di Indonesia yang terindeks Scopus.

“Saat ini baru 44 jurnal yang terindeks Scopus. Kami diberikan target untuk mencapai total 100 jurnal terindeks Scopus sampai dengan tahun 2019. Artinya kurang dari dua tahun ini harus ada 56 jurnal tambahan yang terindeks Scopus,” ujar Sadjuga.

Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan terkait kepangkatan guru besar dan kelulusan mahasiswa S3.

"Target tersebut bukan hal yang tidak mungkin untuk dicapai mengingat 530 jurnal sudah terakreditasi, baik oleh Kemenristekdikti maupun Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [LIPI]," lanjutnya.

Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kemenristekdikti, Lukman menyampaikan bahwa kebijakan yang telah dibuat sangat mendukung dalam pencapaian target, diantaranya telah diundangkannya Permenristekdikti No. 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah.

“Permen tersebut mengatur ke depan hanya ada satu lembaga akreditasi, lalu ada 6 peringkat akreditasi, dan juga periode akreditasi dapat dilakukan lebih dari dua kali dalam satu tahun," kata Lukman.

Di samping regulasi, dukungan lain untuk tercapainya target 100 jurnal dalam bentuk lainnya juga tidak sedikit, diantaranya tersedia Cloud OJS gratis, akses database e-jurnal berlangganan, hibah atau insentif pengelola jurnal, pendampingan akreditasi dan internasionalisasi, dan pengukuran kinerja riset melalui Sinta.

Lukman juga mengatakan acara “Penataran dan Lokakarya Asistensi Tata Kelola Jurnal Menuju Bereputasi Internasional Tahun 2018” yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti bertujuan untuk meningkatkan kualitas jurnal sesuai dengan standar Scopus.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. Diharapkan dalam 3 hari ini, bapak ibu mendapatkan pemahaman untuk meningkatkan kualitas jurnalnya agar dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat terindeks Scopus. Para pakar yang hadir [pada acara lokakarya] merupakan pakar dari jurnal yang sudah terindeks Scopus," tuturnya.

Penataran dan Lokakarya Asistensi Tata Kelola Jurnal Menuju Bereputasi Internasional Tahun 2018 diikuti oleh 50 peserta dari 25 jurnal yang berpotensi terindeks Scopus.

Di samping itu, dalam kesempatan ini juga dibagikan sertifikat akreditasi terhadap beberapa jurnal di Jawa Barat.

Kemenristekdikti akan menyelenggarakan Lokakarya Asistensi Tata Kelola Jurnal Menuju Bereputasi Internasional di beberapa kota sampai dengan tahun 2019 agar target 100 jurnal dapat terindeks Scopus tercapai.

Editor: Martin Sihombing

Berita Lainnya: