LONDON: Dalam sesi perdagangan Asia harga emas berbalik karena positifnya data dari AS sedikit mengurangi permintaan dolar sebagai mata uang safe haven.
Harga emas pengiriman segera naik 0,7% menjadi US$1.580,77 per ounce dan diperdagangkan di US$1.579,98 pukul 8.54 di Singapura. Minggu ini, harga logam telah kehilangan 7,7%, kemerosotan terbesar sejak 23 September.
"Emas terlihat memiliki sedikit memantul setelah dolar melemah kembali," kata David Lennox dari Fat Prophet di Sydney.
"Penurunan dramatis emas awal pekan ini berarti sekarang harusnya di titik yang cukup solid dan akan memiliki potensi lebih untuk naik," katanya.
Kemarin emas menghadapi penurunan terbesar dalam 3 bulan sejalan dengan tiadanya sinyal stimulus baru dari bank sentral AS dan tekanan krisis utang Eropa menguatkan posisi dolar sebagai mata uang safe haven.
Penurunan harga terbesar dalam 3 bulan itu seiring terpangkasnya US$640 miliar dari pasar ekuitas pada 14 Desember setelah Federal Reserve menahan diri dari mengambil langkah-langkah stimulus baru.
Tindakan bank sentral AS itu yang dikombinasikan dengan tekanan pendanaan yang makin kuat di Eropa membuat dolar melaju ke level tertingginya sejak Januari. Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan mata uang AS.
Miguel Perez-Santalla, wakil presiden penjualan di Heraeus Logam mulia Management LLC di New York, mengatakan kelesuan tengah mengendalikan arah pasar.
"Namun, masalah di Eropa belum dipecahkan dan pembeli akan kembali dan kita akan melihat harga lebih tinggi karena kurangnya kepercayaan dalam sistem keuangan," kata Perez.
Sekalipun turun tajam selama minggu ini, emas lantakan masih terhitung naik 10% dalam tahun ini menjadi US$1.570 per ounce pada penutupan kemarin di bursa Comex, New York.
Bahkan emas masih jadi pemain kelima terbaik dalam indeks GSCI Standard & Poor dari 24 komoditas, yang jatuh 2%.
Sementara itu, 10 dari 21 analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan harga logam itu naik minggu depan, ini merupakan proporsi terendah sejak 29 Juli.
Peringatan Gartman
Dennis Gartman, ekonom yang menyatakan menjual logam terakhirnya pada saat kemerosotan harga dimulai, memperingatkan penurunan lebih lanjut. Harga, katanya, dapat terdorong ke US$1.475 per ounce.
Dari kediamannya di Suffolk, Virginia, Gartman menulis bahwa para pedagang akan menyaksikan “kematian sang banteng” dan awal dari pasar yang bearish. Bull atau banteng adalah metafora untuk optimisme bahwa harga dalam tren naik.
Harga emas lantakan mendekati pembalikan tren dengan anjlok hampir 20% dari level tertinggi yang pernah disentuh pada September US$1.923,70 per troy ounce. Dalam pasar finansial, penurunan 20% berarti masuk definisi bearish. (23/Bsi)