Senin, 22 April 2013, 16:07 WIB

PAKAN TERNAK: Kebutuhan Impor Jagung Melonjak 86,67%

M. Kholikul Alim

BISNIS.COM, JAKARTA--Impor jagung untuk kebutuhan industri pakan ternak tahun ini diperkirakan mencapai 2,8 juta ton pipilan kering, naik 86,67% dibandingkan dengan realisasi impor tahun lalu sebanyak 1,5 juta ton.

 Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak Indonesia (GPMTI) Sudirman mengatakan kenaikan impor tersebut disebabkan meningkatnya kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak.

 "Tahun ini kebutuhan jagung sekitar 7,5 juta ton dengan kadar air 15%, sedangkan tahun lalu kebutuhan hanya 6,8 juta ton. Mau tidak mau harus impor karena pasokan dalam negeri tidak mencukupi," ujarnya, Senin (22/4).

Sudirman menambahkan kebutuhan jagung terus meningkat tahun ke tahun sebagai imbas pertumbuhan industri pakan ternak. Bahkan, lima tahun mendatang industri ini diperkirakan bisa tumbuh dua kali lipat.

Peningkatan permintaan jagung untuk industri pakan ternak, lanjutnya, harus disikapi dengan baik oleh pemerintah.

Menurutnya, pemerintah harus mampu mengembangkan daerah baru sebagai kantung produksi jagung, sebab beberapa kantung produksi pertumbuhannya mulai melambat.

 "Selama ini pemerintah berusaha keras untuk mengembangkan jagung, tetapi ada beberapa daerah yang kelihatannya susah untuk dikembangkan lagi seperti Lampung. 3--4 tahun ini pertumbuhan produksi jagung di Lampung mulai melambat," imbuhnya.

Tumbuhnya berbagai industri baru seperti ethanol dan gula disinyalir menjadi penyebab minimnya pasokan jagung dari Lampung. Sudriman menyebut para petani lebih memilih menanam tebu sebagai bahan baku gula atau singkong sebagai bahan baku ethanol karena perawatannya. (if)

l.

Editor : Ismail Fahmi

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Berita Terkait »

Populer »

Pilihan Editor »