KETUPAT LEBARAN: Jelang Idul Fitri, pasar di Cirebon ramai pembeli

Bisnis.com,18 Agt 2012, 06:48 WIB
Penulis: News Editor

CIREBON: Sejumlah pedagang bungkus ketupat dadakan di pasar tradisional di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengaku omzet penjualan mereka mengalami kenaikan sehari menjelang Idul Fitri 1433 Hijriyah. 

 

"Penjualan bungkus ketupat sehari jelang Idul Fitri 1433 Hijriyah di Pantura Kota Cirebon meningkat karena kebutuhan konsumen cukup tinggi, biasanya untuk menjual 100 bungkus kesulitan, tapi kini mampu terjual sekitar 500 bungkus," ujar Yayah pedagang bungkus ketupat dadakan di pasar tradisional Kanoman Kota Cirebon, Sabtu (18-8-2012).

 

Menurut Yayah, permintaan bungkus ketupat menjelang lebaran Idul Fitri meningkat, sudah tradisi masyarakat Pantura menyediakan makanan khas berbungkus daun kelapa untuk dihidangkan bagi keluarga yang datang, meski harganya cukup tinggi dibandingkan hari biasa tetap laku keras.

 

Mastori pedagang bungkus ketupat dadakan lain di pasar tradisional Jagasatru menuturkan, omzet penjualan bungkus ketupat jelang Lebaran cukup tinggi, karena permintaan bungkus ketupat meningkat tajam. Dibandingkan hari biasanya kini bisa terjual sekitar 600 bungkus, padahal sebelumnya 100 bungkus sulit terjual.

 

Dia menambahkan, sejak memasuki 2 hari menjelang Lebaran penjualan bungkus ketupat sudah ramai pembeli, kini konsumen terus berdatangan, diperkirakan permintaan akan terus meningkat hingga sore nanti.Harga bungkus ketupat bervariasi tergantung ukuran mulai dari Rp7.000 per ikat, isi 10 bungkus.

 

Nurhayati, seorang pembeli bungkus ketupat di pasar Kanoman Cirebon menuturkan, bungkus ketupat saat Lebaran nanti sangat dibutuhkan karena menu ketupat sudah menjadi tradisi warga Pantura Cirebon, untuk menyambut keluarga yang merantau sehingga permintaan bungkus ketupat H-1 Lebaran tinggi.

 

"Sebelumnya kebutuhan bungkus ketupat harus memproduksi sendiri, namun kini pedagang bungkus tersebut bermunculan menjelang Idul Fitri dan Idul Adha,"katanya. (Antara/roy)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Bambang Priyo Jatmiko
Terkini