NERACA PEMBAYARAN INDONESIA Triwulan I/2013 Defisit US$6,6 Miliar

Bisnis.com,15 Mei 2013, 18:37 WIB
Penulis: Donald Banjarnahor

BISNIS.COM, JAKARTA – Neraca Pembayaran Indonesia mengalami defisit US$6,6 miliar pada triwulan I/2013 akibat defisit pada transaksi berjalan dan transaksi modal finansial.

Berdasarkan publikasi Bank Indonesia pada hari ini transaksi pembayaran mengalami defisit 2,4% dari produk domestik bruto (PDB) atau sekitar US$5,3 miliar.

Defisit itu sebenarnya turun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai US$7,6 miliar atau 3,5% dari PDB.

Sementara itu, pada transaksi modal dan finansial terjadi defisit US$1,4 miliar akibat bank sentral memperbesar pasokan valuta asing untuk pembayaran impor minyak.

Ini dilakukan dalam rangka meredam depresiasi nilai tukar Rupiah yang terjadi pada triwulan I/2013.

Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia (BI), mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia memiliki kaitan dengan defisit transaksi berjalan. “Bagaimanapun situasi ekonomi kita meski melambat masih oke. Akan tetapi ada defisit di transaksi berjalan,” ujarnya Rabu (15/5/2013)

Menurutnya, ada dua pilihan yang bisa diambil oleh pemerintah dan Bank Indonesia terkait pelambatan ekonomi dan defisit transaksi berjala.

Dua pilihan itu adalah pertumbuhan ekonomi melambat tetapi defisit transaksi berjalan tidak terlalu cepat dan perekonomian sedikit lebih cepat tetapi defisit transaksi berjalan lebih besar.

“Ini pilihan kebijakan, saya tak mau menjelaskan terlalu jauh, ini sentrum perdebatan di media,” ujarnya.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini