Konsorsium Wika Raih Kontrak MRT Elevated Railway Rp2,6 Triliun

Bisnis.com,12 Sep 2013, 02:18 WIB
Penulis: Herdiyan
Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memperoleh kontrak paket CP101 dan CP102 mass rapid transit (MRT) untuk konstruksi elevated railway yang menghubungkan Lebak Bulus dan Cipete dengan total nilai kontrak Rp2,6 triliun.
 
Proyek tersebut dikerjakan Wijaya Karya (Wika) bersama konsorsium  kontraktor  Tokyu yang telah ditandatangani 6 September 2013 lalu dan akan dikerjakan selama 56 bulan.
 
Sekretaris Perusahaan Wika Natal Argawan Pardede menuturkan nilai kontrak paket CP101 mencapai 5,95 miliar yen (setara dengan Rp66,5 miliar) dan Rp1,01 triliun.
 
Menurutnya, konsorsium kontraktor mengerjakan  pembangunan satu unit depo, satu  lot gedung fasilitas depo, elevated railway sepanjang 1,2 km, dan satu unit elevated station.
 
Sementara itu, pada paket CP102 yang meliputi pekerjaan dua unit elevated station dan  elevated  railway sepanjang 4,7  km, konsorsium memperoleh nilai kontrak  2,23 miliar (setara dengan Rp25,006 miliar) dan Rp898,1 miliar.
 
“Nilai kontrak terdiri dari dua mata uang, yakni rupiah dan yen,” katanya saat dihubungi Bisnis Rabu sore (11/9/2013).
 
Sebelumnya, konsorsium Wika  juga memperoleh dua dari tiga paket proyek MRT bawah tanah (underground) tahap I, yaitu paket CP104 dan CP105.
 
Pada paket CP104, konsorsium mengerjakan konstruksi  underground kedalaman 30  meter  dari Senayan sampai  Istora sepanjang 1,8  km sebesar 1,4 miliar yen dan Rp846,28 miliar.
 
Sementara itu, paket  CP105 merupakan MRT bawah tanah dari Bendungan Hilir menuju  Setiabudi  dengan panjang jalur sekitar 2 km, senilai 1,05 miliar dan Rp959,66 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Sutarno
Terkini