Angkat Anjungan LIMA, Pertamina Hulu Energi ONWJ Habiskan Rp1,35 Triliun

Bisnis.com,20 Sep 2013, 16:58 WIB
Penulis: Lili Sunardi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java menghabiskan US$123 juta (sekitar Rp1,35 triliun) untuk mengangkat anjungan LIMA yang mengalami penurunan 4 meter akibat perubahan susunan batuan jauh di dalam tanah.

Jonly Sinunlingga, Executive Vice President/General Manager PHE ONWJ, mengatakan dana US$123 juta itu digunakan untuk mengangkat anjungan LIMA yang terdiri dari 3 platform, 1 platform bridge, dan 1 flare bridge secara bersamaan. Pengangkatan anjungan itu dilakukan secara bertahap hingga mencapai ketinggian 4 meter.

“Keseluruhan biaya pengangkatan anjungan LIMA itu US$123 juta, yang separuhnya dibiayai Pertamina EP, dan separuh sisanya Pertamina Hulu Energi. Pengerjaan ini pun dilakukan secara 2 tahap, tahap pertama menaikkan 1 meter, dan tahap kedua menaikkan anjungan 3 meter,” katanya di Jakarta, Jumat (20/9).

Jonly menuturkan anjungan LIMA diperkirakan mampu bertahan hingga 30 tahun ke depan, sehingga pihaknya dapat melakukan kegiatan produksi sesuai target yang ditentukan. Hingga September 2013, produksi ONWJ mencapai 38.700 barel minyak per hari.

Kegiatan pengangkatan anjungan itu sempat membuat PHE ONWJ kehilangan 5.000 barel minyak per hari dan 20 juta kaki kubik gas per hari (MMscfd). Akibatnya, pasokan gas untuk Pupuk Kujang sempat terhenti, dan digantikan oleh gas dari Pertamina EP.

Produksi migas ONWJ memang selama ini digunakan untuk memasok industri dan kelistrikan di wilayah utara Jawa. Setiap hari, ONWJ memasok 140 Bbtud untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang, 60 Bbtud untuk Pupuk Kujang, 18 Bbtud untuk Balongan, dan 4 Bbtud untuk Krakatau Steel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Sutarno
Terkini