ABAC Desak Pemimpin APEC Dorong Pertumbuhan Perbankan

Bisnis.com,08 Okt 2013, 13:58 WIB
Penulis: Fahmi Achmad

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan perbankan Indonesia menyerukan para pemimpin negara Asia Pasifik yang berkumpul pada perhelatan puncak APEC Leader Summit 2013 untuk memperluas pertumbuhan perbankan maupun lembaga keuangan non-bank, termasuk venture capital dan lembaga penghimpun dana masyarakat lainnya.

Kalangan perbankan juga mendorong para pemimpin negara APEC untuk meningkatkan kerja sama antarbank, menetapkan standar tata kelola, serta kebijakan keuangan yang baik.

Hal itu dikemukakan Alternate Member APEC Business Advisory Council (ABAC) yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) Gatot M Suwondo saat menyampaikan usulan atau pandangan kepada para pemimpin negara peserta APEC di Nusa Dua, Bali, Senin (7 /10/2013).

“Kami dari sektor perbankan memberikan usulan kepada Pemimpin APEC untuk meningkatkan peluang bagi UKM guna mendapatkan peluang dari pengembangan dan penerapan teknologi informasi melalui penyederhanaan hukum dan peraturan,” kata Gatot, dalam rilis yang diterima Bisnis, Selasa (8/10/2013).

BNI turut mendukung perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2013 di Bali. Tiga hari menjelang APEC CEO Summit 2013, telah dilangsungkan pertemuan para praktisi bisnis yang tergabung di ABAC. Pada 5 Oktober lalu, telah dilangsungkan peresmian APEC SME’s Summit 2013 yang dibuka oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan.

Menurut Gatot, keberadaan usaha kecil menengah (UKM) sangat diperlukan untuk menopang ketahanan ekonomi setiap negara dari krisis, sesuai dengan tema APEC CEO Summit Indonesia 2013 yaitu Towards Resilience and Growth: Reshaping Priorities for Global Economy.

ABAC mendesak seluruh negara APEC untuk lebih mendukung Forum ABAC juga menghimbau agar para Pemimpin APEC mengambil langkah lebih lanjut untuk mengatasi ketahanan energi yaitu dengan menciptakan lingkungan usaha yang memiliki pijakan hukum dan peraturan yang kondusif bagi perdagangan dan energi.

Diharapkan negara-negara APEC dapat membuat kebijakan yang mampu meningkatkan jiwa entrepreneurship dan kemunculan bisnis-bisnis baru serta kebijakan yang mendorong inovasi berbagai bisnis.

“Negara APEC juga harus mendorong penggunaan perangkat teknologi seperti internet untuk meningkatkan akses UKM ke pasar," kata Gatot.

Dia menambahkan, kemajuan sektor UKM dan kewirausahaan juga bisa dikembangkan melalui berbagai cara, yaitu, mempromosikan penemuan bisnis baru dan model bisnis baru, mempromosikan bisnis yang berkelanjutan, terutama dalam pembiayaan. serta memfasilitasi penggunaan teknologi informasi. Selain membahas tentang perlunya pengembangan UKM, negara-negara APEC juga perlu mengembangkan program financial inclusion dan financial literacy antara lain melalui program branchless banking.

“Perbankan harus menjadi motor penggerak inklusi keuangan (keuangan untuk semua) untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan melalui program sosialisasi dan edukasi masyarakat terhadap layanan perbankan, melakukan sinergi antarbank dan antar lembaga keuangan mikro dengan lembaga non-keuangan, termasuk asosiasi dan komunitas dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk berhubungan dengan lembaga keuangan formal," jelas Gatot.

Rekomendasi yang disampaikan Gatot merupakan hasil Sustainable Development Working Group pada pertemuan ABAC yang berlangsung beberapa hari sebelum APEC Leader Summit 2013, yaitu pada 1-5 Oktober 2013. Pertemuan ini merumuskan rencana kerja perlunya melibatkan sektor swasta dan pemerintah (termasuk BUMN) dalam kegiatan ekonomi dan urgensi pengembangan human capital (modal manusia) yang unggul dan kompeten.

“Kami siap untuk dilibatkan dalam meningkatkan kegiatan ekonomi dan sebagai agent of development, berpartisipasi dan mendukung pemerintah untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Bahkan guna meningkatkan layanan yang prima didukung oleh human capital yang berkompeten, kami telah melakukan transformasi bisnis dengan membagi fokus layanan pada sektor consumer banking dan business banking dengan harapan dapat memberikan layanan lebih tepat dan cepat,“ tambah Gatot.

APEC Summit 2013 diikuti oleh beragam kegiatan penting yang beberapa diantaranya didukung oleh BNI. Selain mendukung APEC Youth Leader 2013, BNI juga mendukung program APEC Women & The Economic Forum yang telah dilaksanakan pada 4-5 September 2013 lalu. BNI juga menjadi Official Banking pada APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting yang dilaksanakan pada tanggal 1-5 Oktober 2013, APEC SME's Meeting pada tanggal 4-5 Oktober 2013, dan APEC CEO Summit Indonesia 2013 pada 6-7 Oktober 2013 sebagai puncak acara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Sepudin Zuhri
Terkini