INSA Minta Kepastian Layanan Kapal Domestik di Priok

Bisnis.com,10 Okt 2013, 16:33 WIB
Penulis: Akhmad Mabrori

Bisnis.com,  JAKARTA--Perusahaan pelayaran nasional mendesak sistem klasterisasi pelayanan kapal di pelabuhan Tanjung Priok untuk memberikan kepastian jadwal sandar kapal dan bongkar muat antarpulau.

Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Jaya, C.Alleson mengatakan, sampai saat ini kapal peti kemas domestik sulit mendapat kepastian waktu sandar dikarenakan terbatasnya jumlah fasilitas dermaga.

“Padahal pertumbuhan arus peti kemas domestik melalui pelabuhan Priok terus meningkat,” ujarnya kepada Bisnis.com di sela-sela Rapat Kerja INSA Jaya, hari ini, Kamis (10/10/2013).

Dia juga mengatakan, persoalan yang sama melanda kegiatan pelayanan kapal breakbulk non kontainer  untuk pengapalan dan bongkar muat internasional yang selama ini masih minim fasilitasnya di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

“Fasilitas bongkar muat kapal breakbulk di Priok juga masih kurang sehingga banyak kapal jenis ini sering antre untuk sandar,” tuturnya.

INSA, kata dia, mengharapkan program penataan Pelabuhan Tanjung Priok dengan menyiapkan klasterisasi dermaga untuk lebih memudahkan pengaturan sandar kapal dan bongkar muat bisa segera di laksanakan.

“Klasterisasi itu (dermaga) untuk memberikan kepastian sandar kapal di Priok sudah sangat mendesak,” paparnya.

 Alleson juga mengatakan, implementasi  sistem pelayanan kapal dan barang secara online atau inaportnet yang terintegrasikan dengan Indonesia National Single Window (INSW) perlu terus disosialisasikan kepada semua pelaku usaha di pelabuhan Priok.

“Inaportnet yang terintegrasi dengan INSW diharapkan mampu menekan biaya logistik sebab semua pelayanan bisa dilakukan secara online,” katanya.

Dia mengatakan, sistem inaportnet merupakan sistem layanan tunggal secara elektronik berbasis internet yang mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan yang standar dalam melayani kapal dan barang secara fisik dari seluruh instansi terkait di pelabuhan.

Sebelumnya, General  Manager Pelabuhan Tanjung Priok  Ari Henryanto mengatakan, Pelindo II megupayakan sistem klasterisasi  dengan menyiapkan terminal  untuk pelayanan kontainer ekspor impor, antar pulau maupun untuk barang non kontainer atau breakbulk di pelabuhan Priok.  (ra)




Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini