Diebold Diduga Suap Pejabat Bank BUMN

Bisnis.com,23 Okt 2013, 11:30 WIB
Penulis: Donald Banjarnahor
/cleveland.com

Bisnis.com, JAKARTA – Diebold Inc, produsen anjungan tunai mandiri yang berbasis Ohio, AS, melalui anak usahanya diduga melakukan penyuapan terhadap pejabat Bank BUMN guna mempengaruhi keputusan pembelian.

Hal tersebut terungkap dalam putusan dari Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat yang menyatakan Diebold melanggar Undang-Undang Anti Korupsi di Luar Negeri yang menyuap bank milik pemerintah China dan Indonesia dengan wisata perjalanan guna memenangkan bisnis.

SEC menyatakan Diebold telah setuju untuk membayar lebih dari US$48 juta untuk menyelesaikan tuduhan SEC dan menyelesaikan masalah kriminal paralel diumumkan hari ini [kemarin] oleh Departemen Kehakiman AS. 

Lembaga anti korupsi dan monopoli tersebut menyatakan anak usaha Diebold di China dan Indonesia menghabiskan sekitar US$ 1,8 juta untuk perjalanan, hiburan, dan hadiah lainnya yang tidak pantas untuk pejabat senior dari bank yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan pembelian.

Diebold menghabiskan sekitar US$ 1,6 juta menjadi menyuap pejabat bank milik pemerintah di China , dan lebih dari US$147.000 untuk menyuap pejabat di bank pemerintah di Indonesia. 

Pejabat bank milik pemerintah di China dan Indonesia diberikan perjalanan gratis ke tujuan wisata populer di Amerika Serikat dan Eropa, dan pengeluaran Diebold itu dicatat dalam pembukuan dan catatan perusahaan sebagai biaya pelatihan yang sah.

SEC juga menyatakan usaha Diebold di China juga meyediakan hadiah bagi puluhan pejabat bank dengan uang tunai senilai kurang dari US$100 sampai lebih dari US$600. SEC juga menuduh telah memalsukan buka keuangan untuk menyembunyikan suap sekitar US$1,2 juta kepada karyawan bank swasta di Rusia

"Suap adalah suap , apakah itu dalam bentuk setumpuk uang tunai atau perjalanan semua biaya yang dibayar ke Eropa , " kata Scott W. Friestad, sebagai Associate Direktur  Division of Enforcement SEC.

"Perusahaan-perusahaan publik harus bertanggung jawab ketika mereka melanggar hukum untuk mempengaruhi pejabat pemerintah dengan pembayaran yang tidak tepat atau hadiah,” tambahnya.

Menurut tuntutan SEC yang diajukan di Pengadilan Federal di Washington DC, pelanggaran yang dilakukan Diebold terjadi pada 2005—2010. Tujuan wisata perjalanan yang diberikan kepada pejabat bank tersebut a.l. Grand Canyon , Napa Valley, Disneyland, Universal Studios, Las Vegas, New York City, Chicago, Washington DC, dan Hawaii . Para pejabat tersebut juga diberikan liburan ke Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul-nonaktif
Terkini