BI Terus Kaji Pemberian Hadiah Bank

Bisnis.com,31 Okt 2013, 17:42 WIB
Penulis: Febrany D. A. Putri

Bisnis.com, JAKARTA--Kajian pemberian hadiah oleh perbankan untuk menggenjot penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) masih terus dilakukan oleh Bank Indonesia. Padahal, sudah sejak tahun lalu BI melakukan kajian ini.

BI menilai pemberian hadiah demi peningkatan DPK dapat memengaruhi beban operasional perbankan, persaingan yang semakin mengetat hingga berdampak pada suku bunga kredit.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menuturkan hingga saat ini kemampuan bank untuk menarik dana masyarakat memang masih sangat dipengaruhi oleh iming-iming tingkat suku bunga tinggi dan hadiah serta undian.

"Hal ini mengakibatkan biaya dana meningkat dan SBDK perbankan Indonesia lebih tinggi daripada negara lainnya di Asia Tenggara," ujar Halim, Kamis (31/10/2013).

Lebih lanjut, Halim menuturkan saat ini perlu penataan ulang kompetisi penarikan DPK berdasarkan kondisi wilayah dan tingkat pendapatan per wilayah.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk memberikan ruang gerak bagi bank-bank yang tak mampu melakukan promosi besar-besaran demi menggaet dana nasabah.

"Di sisi lain memang perbankan memiliki pasar penghimpunan DPK, jadi tingkat kompetisi dapat diatur berdasarkan kondisi persaingan di lapangan, misalnya, total potensi pasar dan kemampuan pasar bank," tambah Halim.

Kendati demikian, Halim menegaskan hingga saat ini BI belum dapat menyimpulkan hasil kajian karena masih dalam proses.

Adapun, besarnya biaya operasional akan berpotensi meningkatkan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). BOPO perbankan per Agustus 2013 mencapai 74,06%.  (ra)



 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini