Setelah Direstrukturisasi, Laba Perindo Meroket 300% dalam 8 Bulan

Bisnis.com,07 Nov 2013, 16:47 WIB
Penulis: Bambang Supriyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Perikanan Indonesia (Perindo) mencatat laba bersih per Oktober 2013 sebesar Rp10,8 miliar, meningkat sekitar 300% dari laba bersih Februari 2013 yang hanya sebesar Rp2,9 miliar.

"Dalam tempo 8 bulan, atau sejak program restrukturisasi dilakukan, kinerja keuangan Perindo langsung bangkit signifikan," kata Direktur Utama Perindo Agus Suherman saat menerima kunjungan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kantor Perindo Muara Baru Jakarta, Kamis (7/11).

Menurut Agus, Perindo sebelumnya bernama Perum Prasarana Perikanan Samudera namun berganti nama sejak Februari 2013.

Untuk membenahi perusahaan tersebut, Dahlan Iskan menunjuk Agus sebagai orang nomor satu di perusahaan BUMN perikanan itu.

Agus yang bergelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) itu berbagi cerita sejumlah strategi yang dia jalankan untuk menggenjot laba perusahaan.

"Strateginya antara lain penataan dan optimalisasi aset, efisiensi serta menjalankan prinsip GCG atau good corporate governance. Saya juga dibantu oleh dua direktur lainnya," ujar Agus.

Dia menambahkan aset lahan Perum Perindo saat ini tersebar di sejumlah wilayah, seperti di Muara Baru seluas 76 hektare, Belawan 30 hektare, Pekalongan 33 hektare, Pemangkat (Kalimantan Barat) enam hektare dan Brondong (Jawa Timur) 3,8 hektare.

Untuk tahap awal, perusahaan fokus pada upaya menaikkan laba, baru kemudian menyewakan lahan yang dimiliki perusahaan.

"Saat yang bersamaan kami menjalankan strategi menambah kapasitas docking dan cold storage dehingga tidak hanya menyewakan saja tetapi juga menjadi pengelolanya," ujar Agus.

Terkait dengan pengembangan perusahaan pada 2014, dia mengatakan akan menyiapkan belanja modal sekitar Rp150 miliar yang dialokasikan untuk mengembangkan bisnis pembenihan ikan, perdagangan ikan, dan pembuatan cold storage.

"Semua pengembangan bisnis itu akan diterapkan di semua cabang Perindo," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Bambang Supriyanto
Terkini