Pemerintah Didesak Intensifikasi Kebun Vanili

Bisnis.com,22 Des 2013, 15:27 WIB
Penulis: Adi Ginanjar Maulana

Bisnis.com, BANDUNG - Gabungan Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Jawa Barat meminta pemerintah menggenjot program intensifikasi lahan perkebunan vanili di provinsi itu agar menjadi komoditas unggulan ekspor.

Ketua Gapperindo Jabar Mulyadi Sukandar menilai intensifikasi perkebunan vanili selama ini yang dilakukan petani masih rendah akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan komoditas vanili.

"Kualitas produksi vanili akan semakin rendah jika tidak ada intensifikasi, karena selama ini petani hanya memelihara tanaman seadanya," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (22/12/2013).

Menurutnya, intenfisikasi sangat erat kaitannya dengan pemberian bibit yang bagus, pupuk secara berimbang, teknik budidaya, serta teknik pengolahan pasca-panen. Mulyadi menambahkan tidak berkembanganya rekayasa terhadap tanaman vanili juga membuat mutu bibit menjadi menurun.

"Seharusnya penelitian rekayasa genetika harus tetap berjalan menciptakan benih-benih yang unggul agar produktivitas terus meningkat," katanya. Dengan demikian, potensi produksi vanili di Jabar masih terbuka lebar, jika insentifikasi dan rekayasa genetika dapat berjalan dengan baik.

Dia menyebutkan luas areal perkebunan vanili di Jabar mencapai 5.000 hektare, dengan produktivitas 1 juta ton per ha per tahun dengan harga jual di tingkat petani sekitar Rp300.000 per kg hingga Rp500.000 per kg. "Pangsa pasarnya pun bukan hanya domestik, tetapi juga sudah tembus pasar ekspor," katanya. (Adi Ginanjar Maulana/Wandrik Panca Adiguna)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul-nonaktif
Terkini