Tahun Politik Diprediksi Tekan Kredit Mikro

Bisnis.com,22 Jan 2014, 19:26 WIB
Penulis: Pamuji Tri Nastiti
Ekonomi masyarakat terutama usaha mikro akan lebih berdaya jika memiliki akses pada lembaga keuangan formal. /bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG—Tahun politik 2014 diproyeksi menekan penyerapan kredit masyarakat kalangan mikro kecil, terlebih akses masyarakat pada perbankan masih redah. 

Pengamat Ekonomi Center for Information and Development Studies (Cides) Umar Juoro memaparkan masih rendahnya rasio kredit di Indonesia dengan indeks 16%, jauh di bawah Malaysia dan Singapura yang mencapai 60%-80%. 

“Pemilik rekening di Indonesia rendah. Itu jadi indikator, semakin ekonomi berkembang, akses terhadap lembaga keuangan akan lebih besar,” katanya dalam workshop Financial Inclusion Peluang dan Tantangan Pembiayaan Mikro 2014 oleh Bisnis dengan BTPN, Rabu (22/1/2014).

Cides mencatat 70% masyarakat menabung dengan 47% diantaranya telah mengakses perbankan, sementara sisanya masih melakukan penyimpanan nonbank. 

Umar menyatakan ekonomi masyarakat terutama usaha mikro akan lebih berdaya jika memiliki akses pada lembaga keuangan formal. Selebihnya, perekonomian secara umum terdampak situasi ekonomi, sosial dan politik.

“Tahun politik pasti memengaruhi, pembiayaan mikro jelas tertekan dan pengaruh lain masih dari stimulus The Fed kepada negara-negara berkembang,” ujarnya. 

Sektor perbankan diprediksi terus berkembang terlebih untuk jenis Bank Perkreditan Rakyat di wilayah Jawa dan Bali. Umar menakankan, kedepan perbankan perlu lebih sinergi sehingga menekan persaingan.

Head of Daya PT Bank BTPN David Freddynanto berharap penguatan ekonomi masyarakat dilakukan berkesinambungan dan terukur melalui Program Daya yang memberdayakan nasabah melalui modal dan pengembangan usaha. 

“Melalui program daya terukur, BTPN , bukan sebatas modal tapi pemberdayaan kesejahteraan,” katanya. BTPN berupaya fokus dan konsisten menggarap pasar masyarakat berpenghasilan rendah yang selain butuh akses modal juga perlu pelatihan peningkatan kapasitas untuk penguatan ekonomi. 

Proses pendampingan dan pelatihan usaha kini dilakukan BTPN menggandeng civitas akademika melalui riset pemberdayaan masyarakat.

“Program Daya 2014 tujuannya mampu berdayakan UKM targetnya pada 2017 bisa mendampingi 5 juta peserta dan pengembangan e-commerce pasar daya,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul-nonaktif
Terkini