Asean Bahas Dasar Hukum Perdagangan Bebas di Lombok

Bisnis.com,06 Mar 2014, 20:17 WIB
Penulis: Wike Dita Herlinda

Bisnis.com, JAKARTA -Indonesia menjadi tuan rumah Coordinating Committee on Implementation ATIGA (CCA) ke-14 di Lombok, pada 5-7 Maret 2014. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari Sub-Committee on ATIGA Rules of Origin (SC-AROO) pada 3-4 Maret 2014.

Direktur Kerjasama Asean Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono, yang bertindak sebagai chairman komite ini, memimpin pembahasan berbagai isu strategis dan prioritas terkait dengan Asean Trade in Goods Agreement (ATIGA).

ATIGA menjadi dasar hukum perjanjian perdagangan barang di Asean dalam mewujudkan pasar tunggal dan basis produksi di kawasan.

“Pada CCA ini, para ketua delegasi sepakat memaksimalkan upaya pelaksanaan komitmen yang telah disepakati di bawah persetujuan ATIGA, khususnya untuk Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam, mengingat untuk Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand sudah terlebih dahulu mencapai 0% sejak 2010,” jelas Djatmiko, Kamis (6/3/2014).

Beberapa agenda yang dibahas pada pertemuan ini, antara lain mengenai fasilitasi perdagangan, ketentuan asal barang, dan penanganan kebijakan non-tarif (non-tariff measures), termasuk peningkatan koordinasi antarbidang nontarif  itu di setiap negara anggota Asean.

Selain itu, pertemuan itu membahas pembentukan Asean Trade Repository dan National Trade Repository yang berfungsi sebagai pusat informasi peraturan perdagangan barang yang diharapkan akan mendorong transparansi dan kemudahan bagi pelaku usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor:
Terkini