BANK EKONOMI Perluas Fokus Kredit UMKM ke Kalimantan

Bisnis.com,19 Jun 2014, 15:15 WIB
Penulis: Rachmad Subiyanto
Ada dua insiatif lain yang dapat meningkatkan kinerja divisi business banking yakni penyempurnaan proses persetujuan kredit dan penambahan kerja sama dengan perusahaan asuransi untuk melindungi aset perseroan. /bisnis.com

Bisnis.com, BALIKPAPAN - PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. berencana mendiversifikasi area pinjaman di segmen mikro, kecil dan menengah sehingga lebih tersebar karena selama ini 75% berasal dari empat wilayah besar yakni Jakarta, Medan, Lampung dan Surabaya.

Head of Business Banking Bank Ekonomi Edwin Rudianto mengatakan diversifikasi ini akan memperluas sebaran bisnis perseroan yang selama ini hanya berpusat di empat area. Kalimantan menjadi salah satu daerah lokasi diversifikasi karena memiliki potensi untuk berkembang.

“Kami harapkan dalam lima tahun ke depan, persentase di empat wilayah yang mencapai 75% itu bisa turun menjadi 60%,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/6/2014).

Segmen mikro, kecil dan menengah atau small medium enterprise (SME) dalam Bank Ekonomi masuk divisi business banking. Plafon kredit yang bisa dilayani melalui divisi ini mencapai Rp50 miliar. Adapun, komposisi penyaluran kredit dari sektor ini berkontribusi sekitar 60% dari total kredit perseroan.

Edwin mengakui tidak semua cabang Bank Ekonomi memiliki divisi business banking. Dari 99 cabang yang tersebar di 30 kota, layanan ini hanya ada pada 28 kota saja.

Tahun lalu, portofolio kredit pada divisi business banking mencapai Rp10,32 triliun. Apabila kredit konsumtif dikeluarkan, portofolio penyaluran kredit divisi business banking Bank Ekonomi masih mencapai Rp10,08 triliun.

“Sesuai arahan dari Bank Indonesia, kami proyeksikan kredit kami bisa tumbuh 10% - 15%,” tuturnya.

Adanya diversifikasi ini diharapkan dapat mengerek kontribusi kredit sektor SME di Kalimantan yang baru mencapai 5%. Industri minyak dan gas yang masih berkembang, kata Edwin, menjadi salah satu andalan bagi Bank Ekonomi untuk merealisasikan target tersebut.

“Industri turunan dari migas seperti persewaan alat berat, perkapalan juga ada dari perdagangan. Distributor bahan makanan juga bisa menjadi potensi lain,” tuturnya.

Periode yang dikatakan sebagai tahun politik, imbuh Edwin, diakuinya menjadi alasan beberapa nasabahnya bersikap wait and see. Namun, Edwin meyakini setelah pelaksanaan Pemilu ini akan ada percepatan pergerakan bisnis.

Hingga Juni, realisasi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Ekonomi di Kalimantan mencapai Rp1,1 triliun. Adapun, penyaluran kreditnya berkisar antara Rp500 miliar - Rp600 miliar.

Selain melakukan diverfisikasi, Edwin menyebutkan ada dua insiatif lain yang dapat meningkatkan kinerja divisi business banking yakni penyempurnaan proses persetujuan kredit dan penambahan kerja sama dengan perusahaan asuransi untuk melindungi aset perseroan.

Meskipun kredit di sektor SME akan dikerek, Edwin menyebutkan rasio kredit macet atau non performing loan masih berada pada 0,9%. Dengan demikian kualitas kredit yang diberikan kepada nasabah pun tetap baik sehingga fungsi intermediasi perbankan bisa tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul Maskur
Terkini