Jadi Bank Pertama Lucurkan Aplikasi Permainan, DBS Indonesia Raih Rekor MURI

Bisnis.com,26 Jun 2014, 03:20 WIB
Penulis: Destyananda Helen
Bank DBS Indonesia cetak rekor MURI terkait aplikasi permainan. /photo

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank DBS Indonesia meluncurkan aplikasi permainan untuk mengajarkan penggunanya cara mengelola keuangan.

Director of Consumer Banking Bank DBS Indonesia Steffano Ridwan mengatakan melalui aplikasi permainan ini, masyarakat bisa mengerti tentang bagaimana mengelola keuangan dengan cara yang menyenangkan.

“Tak hanya itu, masyarakat bisa menganalisa kondisi ekonomi dan mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola keuangannya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Adapun aplikasi permainan bernama DBS Smart Money ini hanya bisa diakses lewat smartphone. Steffano menuturkan pihaknya sengaja menyasar pengguna smartphone karena Indonesia menjadi negara dengan penjualan telepon selular pintar terbanyak. Sebanyak 15 juta unit telepon selular pintar ini terjual di Indonesia tahun lalu. Sementara, total penjualan smartphone di Indonesia sudah mencapai 50 juta unit. Dengan kondisi tersebut, Indonesia masuk dalam 5 negara dengan pengguna smartphone terbanyak.

Dalam aplikasi ini, disajikan berbagai instrumen investasi kepada pengguna. Nantinya, untuk bermain, pengguna menentukan instrumen mana yang akan dipilih berdasarkan data kondisi ekonomi. Adapun kondisi ekonomi yang disajikan tersebut merupakan kumpulan data historis selama 30 tahun terakhir.

Aplikasi permainan ini bisa diakses oleh smartphone dengan sistem operasi Android. Untuk memperoleh aplikasi ini, bisa diunduh secara gratis melalui Google Play.

Bank DBS Indonesia pun berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Bank Pertama Pembuat Aplikasi Mobile Game bertema edukasi finansial.

Royce Teo, Regional Head of Deposit and Secured Lending for DBS Group menuturkan pihaknya akan memperkenalkan aplikasi permainan ini ke 6 negara lain di Asia Tenggara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Setyardi Widodo
Terkini