DEFISIT TRANSAKSI BERJALAN: BI Diminta Tak Gegabah Ambil Langkah Strategis

Bisnis.com,14 Jul 2014, 21:34 WIB
Penulis: Kurniawan A. Wicaksono
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia diminta tidak gegabah mengambil langkah strategis jika ada pelemahan rupiah akibat prediksi membengkaknya defisit transaksi berjalan kuartal II/2014.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan instrumen moneter seperti suku bunga acuan yang tetap berada di 7,5% sudah cukup menopang risiko masalah musiman ini.

“Kalau menaikan BI Rate lagi, akan ada tekanan kontraksi pertumbuhannya di bawah 5%. Ini kan temporary, enggak perlu terlalu reaktif lah. Bisa ditahan dulu sementara waktu,” ujarnya.

Dia pun melihat intervensi BI saat ini sedang terjadi walaupun tidak terlalu banyak.

Jika secara regional melemah dan kondisi dalam negeri sedang tidak stabil dengan ketidakpastian pilpres, intervensi dalam jumlah besar memang seharusnya tidak dilakukan.

Hal senada disampaikan Deputy Country Director Indonesia Resident ADB, Edimon Ginting.

Menurutnya, kondisi pembengkakan pada kuartal II bersifat seasonal dan sementara. Pada kuartal II/2013, transaksi berjalan defisit mencapai US$10,1 miliar.

“Sesuaikan sedikit saja kan bukan faktor permanen. Pelemahan enggak sampai Rp12.000 per dolar AS,” ujarnya.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan BI masih punya satu kali pilihan untuk menaikan suku bunga acuan.

Namun, untuk ekspektasi defisit transaksi berjalan kuartal II tak perlu dilakukan.

“Kalau sampai third quarter enggak ada perubahan CAD yang bagus, enggak ada pilihan lagi buat titan policy, menaikkan lagi [BI Rate],” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Saeno
Terkini