LPS Buka Peluang Naikkan Suku Bunga Penjaminan

Bisnis.com,16 Jul 2014, 20:24 WIB
Penulis: Thomas Mola
bank besar sesuai kategori LPS ialah bank dengan aset mulai dari Rp25 triliun hingga Rp100 triliun./Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan kondisi likuiditas ketat perbankan masih akan berlangsung hingga akhir tahun. Kondisi itu menyebabkan LPS tidak menutup kemungkinan untuk menaikan tingkat suku bunga penjaminan.

Dody Ariefianto, Kepala Divisi Manajemen Resiko LPS mengatakan LPS tidak menutup kemungkinan naik menaikan suku bungan pinjaman/LPS rate, jika melihat tren peningkatan suku bunga kredit.

"Kami mengamati pasar. Suku bunga naik, sehingga tidak tertutup kemungkinan karena LPS ada di pasar. Posisi likuiditas masih akan ketat hingga akhir kuartal III atau IV tahun ini. Kredit harus turun mengikuti DKP yang tumbuh hanya sekitar 11%," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/5/2014) malam.

Adapun, LPS sebelumnya telah menaikan tingkat bunga pinjaman menjadi 7,75% untuk simpanan rupiah Bank Umum dan 10,25% untuk simpanan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kenaikan itu bertujuan menjaga rasio jumlah rekening yang dijamin LPS.

Hingga Mei 2014, LPS mencatat jumlah simpanan yang dijamin sebesar Rp2.105,76 triliun dari 151,52 juta rekening. Angka itu terdiri atas simpanan dengan nominal maksimal Rp2 miliar sebesar Rp1.716,80 triliun dan simpanan di atas Rp2 miliar yang sebesar Rp2.105, 76 triliun.

Total simpanan yang dijamin LPS itu hanya 54,68% dari seluruh total simpanan.

Dody melanjutkan kondisi likuiditas ketat itu menyebabkan bank-bank besar mulai menaikan suku bunga. Menurutnya, permainan suku bunga menjadi salah satu pilihan karena hampir semua bank besar memiliki kualitas layanan yang sama mulai dari Internet banking, sms banking dan lainnya.

Kondisi itu menyebabkan bank kecil ikut menyesuaikan suku bunga mereka. Adapun, bank besar sesuai kategori LPS ialah bank dengan aset mulai dari Rp25 triliun hingga Rp100 triliun.

"Yang bisa diutak-atik hanya suku bunga, karena layanan semua hampir sama," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul Maskur
Terkini