BANK SYARIAH Lebih Tahan Krisis, Ini Alasannya

Bisnis.com,08 Sep 2014, 19:15 WIB
Penulis: Farodlilah Muqoddam
Bank menjadi lebih tahan krisis karena potensi risiko tidak ditanggung sendiri. /BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA – Industri perbankan syariah dinilai lebih tahan krisis dibandingkan dengan perbankan konvensional jika kondisi ekonomi memburuk. Pasalnya, industri perbankan syariah lebih fleksibel dalam menghadapi situasi apapun.

Direktur Bisnis PT Bank BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan prinsip dasar bank syariah yang mengedepankan konsep bagi hasil dalam akad penyaluran pembiayaan ataupun penempatan dana membuat potensi keuangan maupun risiko ditanggung oleh kedua pihak secara bersama-sama.

Ketika kondisi bisnis tidak menguntungkan akibat naiknya rasio kredit bermasalah (non performing finance/NPF), misalnya, maka potensi pendapatan bank akan tergerus karena bank harus menyiapkan dana pencadangan guna menutup kredit bermasalah tersebut.

Dalam kondisi seperti ini maka imbal hasil yang diberikan kepada nasabah yang menyimpan dana di bank syariah pun menjadi turun. Oleh karena itu, bank menjadi lebih tahan krisis karena potensi risiko tidak ditanggung sendiri.

“Dalam kondisi semacam itu ya nasabah harus rela jika bagi hasil untuk simpanannya berkurang sementara waktu,” katanya kepada Bisnis.com, beberapa waktu lalu.

Kenapa sementara waktu? Karena ketika kondisi kembali membaik, maka jatah imbal hasil yang diterima oleh nasabah pun akan meningkat lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul Maskur
Terkini