HARGA KOMODITAS: Panen Melimpah, Jagung Melemah

Bisnis.com,18 Sep 2014, 11:59 WIB
Penulis: John Andhi Oktaveri
Harga jagung untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi US$3,405 per bushel. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Harga jagung turun hingga hari kedua setelah petani di AS, sebagai produsen jagung terbesar dunia, mulai panen dengan hasil yang melimpah.

Demikian menurut data dari bursa Chicago Board of Trade pukul 10:26 pagi waktu Singapura atau pukul 09:26 WIB sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (18/9/2014).

Harga jagung turun 25%, sedangkan harga kedelai melemah 27% setelah hasil panen meningkat ke rekor tertinggi selama ini, menurut Departemen Pertanian AS (USDA). Kelebihan pasok itu membuat harga produk makanan global ikut turun.

”Harga tidak menguntungkan bagi gandum atau jagung ketika anda tahu hasil panen melimpah,” ujar Jonathan Barratt, chief investment officer pada Ayers Alliance Securities.

Harga jagung untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi US$3,405 per bushel. Sedangkan harga kedelai untuk pengiriman November menguat 0,2% menjadi US$9,8425 per bushel.

Petani jagung akan memanen 14,395 miliar bushel sedangkan panen kedelai naik jadi 3,913 miliar bushel, menurut USDA pada 11 September. Panen jagung AS akan mencapai total 171,7 bushel per hektare atau naik dari perkiraan pada Agustus sebesar 167,4 bushel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul Maskur
Terkini