PRESDIR BCA: Kenaikan Harga BBM Tak Akan Picu Kredit Bermasalah

Bisnis.com,30 Okt 2014, 20:31 WIB
Penulis: Farodilah Muqoddam
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja menilai kenaikan harga bahan bakar minyak tidak akan serta merta memicu kredit bermasalah di industri perbankan.

“Kalau kenaikannya sesuai prediksi antara Rp2.000-Rp3.000 per liter, saya kira tidak akan terlalu berpengaruh ke inflasi sehingga tidak akan banyak dampaknya kepada NPL bank,” ujarnya, Kamis (30/10/2014).

Namun demikian, Jahja mengakui kenaikan BBM akan berdampak kepada menurunnya daya beli masyarakat, terutama masyarakat di kalangan menengah ke bawah.

Akibatnya, permintaan terhadap produk maupun jasa yang menyasar kelompok tersebut akan menurun. Dengan demikian, permintaan kredit untuk membiayai sektor tersebut pun akan berkurang. Jika tidak dikelola dengan baik, penyaluran kredit ke sektor tersebut berisiko bermasalah.

Pada kuartal III/2014, BCA mencatatkan kenaikan rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) sebesar 0,2% secara year on year menjadi 0,7%.

Jahja menilai kenaikan NPL tersebut wajar di tengah kontraksi yang terjadi dalam perekonomian nasional maupun global. Kendati demikian, manajemen berusaha menetapkan seleksi risiko yang lebih ketat agar kualitas aset tidak memburuk.

Hingga saat ini, lanjutnya, BCA masih menghindari sejumlah sektor yang dinilai sedang melemah seperti sektor pertambangan. Di sisi lain, bank menggenjot penyaluran kredit ke sektor yang dinilai potensial seperti manufaktur dan perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Sepudin Zuhri
Terkini