KEJAHATAN PERBANKAN: Modus Melalui Bank Kecil Merebak

Bisnis.com,15 Des 2014, 21:02 WIB
Penulis: Abdalah Gifar
Ilustrasi kejahatan perbankan. Modus melalui bank kecil merebak/JIBI

Bisnis.com, BANDUNG—Kurangnya pemahaman masyarakat serta minimnya monitoring terhadap bank kecil dan menengah termasuk BPR yang tidak kredibel, telah meningkatkan kejahatan dunia perbankan yang berujung pada likuidasi bank tersebut.

Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan semakin banyaknya kasus perbankan pada skala kecil telah menandakan adanya modus dengan mengincar masyarakat kecil yang penghasilannya mulai meningkat.

“Yang terakhir ada sekitar 15 BPR yang dinyatakan bermasalah. Size-nya kecil-kecil, tidak terlalu terekspos karena tidak terlalu menarik perhatian publik dan tidak menarik perhatian hukum,” katanya, Senin (15/12/2014).

Dia menyatakan 90% ditutup atau gagalnya bank kecil ataupun BPR bukan karena masalah ekonomi terkait kredit bermasalah (NPL) ataupun masalah margin profit, melainkan karena fraud atau kejahatan dan kecurangan.

“Bank gagal karena NPL atau margin-nya sudah tidak sesuai itu hanya satu-dua kasus. Perbandingannya hanya 1:9. Kebanyakan di-garong sama pemiliknya atau pengurusnya sendiri,” ujarnya.

Faktor ketidakpahaman masyarakat terhadap lembaga keuangan dan investasi, menuturnya, dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Apalagi, dia melanjutkan monitoring terhadap bank skala kecil relatif tidak seketat bank besar.

“Meski kasusnya banyak di BPR, tidak semua BPR itu jahat, tidak. Hanya saja ini kasusnya mulai merebak, mulai banyak,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ismail Fahmi
Terkini