Mobile Money: Kepercayaan Pelanggan Mudahkan Implementasi

Bisnis.com,28 Jan 2015, 18:42 WIB
Penulis: Tisyrin Naufalty Tsani
Penggunaan kartu debet. Layanan mobile money meningkat/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA-- Kepercayaan pelanggan di Indonesia pada bank dan operator telekomunikasi diyakini akan memudahkan implementasi mobile money.

Menurut hasil survei Accenture, 52% dari konsumen Indonesia (41% secara global) mempercayakan data pribadinya kepada bank, diikuti oleh operator telekomunikasi sebanyak 35% (27% secara global).

Dipen Mehta, Managing Director, Accenture Digital, mengatakan layanan mobile money sebenarnya telah tersedia. Layanan tersebut masih sebatas memiliki rekening untuk membayar tagihan, mengambil uang dari ATM, atau mengirimkan uang.

Sayangnya, mobil money belum digunakan untuk melakukan pembayaran pelayanan publik seperti eToll, air, listrik, pembelian segala jenis barang ritel atau manajemen finansial yang menggunakan perangkat bergerak untuk membeli asuransi, hipotek/surat gadai, aset finansial, dan lain sebagainya.

“Kemampuan mobile money untuk memfasilitasi sektor keuangan telah membuka peluang bagi perkembangan potensinya yang besar," katanya melalui siaran pers, Rabu (28/1/2015).

Pada waktu yang sama, banyak tantangan yang dihadapi oleh institusi keuangan yang berencana untuk mengembangkan kemampuan manajemen mobile money seperti pertimbangan keamanan, kesenjangan teknologi dan ekosistem bisnis, serta ketidakpastian regulasi.

Mehta mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam implementasi mobile money di Indonesia adalah ketidakpastian regulasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara regulator, operator telekomunikasi dan bank merupakan syarat yang wajib dipenuhi agar layanan mobile money dapat memiliki pondasi yang kuat untuk kemudian berkembang, dan bertambah besar.

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ismail Fahmi
Terkini