Pembayaran Elektronik, Visa World Wide Fokus Garap 3 Kota di Luar Jawa

Bisnis.com,04 Feb 2015, 17:09 WIB
Penulis: Amri Nur Rahmat
Kartu pembayaran Visa/Jibi

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Visa World Wide Indonesia fokus memperbanyak titik penerimaan kartu di luar Pulau Jawa guna mendorong penggunaan sistem pembayaran elektronik.

Presiden Direktur Visa World Wide Indonesia Ellyana Fuad mengatakan perusahaan akan menggandeng para pelaku usaha dan lembaga keuangan lokal dalam memperluas titik penerimaan kartu elektronik perseroan.

Berdasarkan data perseroan, terdapat tiga kota besar di Luar Pulau Jawa yang memberikan kontribusi sekitar 28% dari volume pembayaran menggunakan kartu Visa di Tanah Air.

Adapun, ketiga kota tersebut adalah Makassar, Medan dan Bali.

"Khusus Makassar, volume pembayaran elektronik Visa itu selalu tumbuh hingga 23% secara tahunan," katanya di Makassar, Rabu (4/2/2015).

Sejauh ini, perseroan mencatat volume transaksi pembayaran elektronik baik kartu kredit maupun kartu debit mencapai sekitar 15,2 juta transaksi dengan nilai rata-rata transaksi di angka US$10 hingga US$25.

Ellyana menjelaskan secara keseluruhan produk pembayaran elektronik di Tanah Air telah memberi kontribusi hingga Rp80 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, sistem pembayaran elektronik merupakan segmen yang menguntungkan dalam peningkatan efesiensi transaksi.

Sementara itu, berdasarkan data Statistik Sistem Pembayaran yang dirilis Bank Indonesia jumlah kartu yang beredar mencapai 15,97 juta keping kartu pada November 2014, tumbuh 5,83% secara year to date dari posisi 15,09 juta keping pada akhir 2013.

Menurut Ellyana, langkah pengembangan titik penerimaan kartu elektronik itu juga merupakan bagian dari dukungan perseroan menciptakan cashless society di Tanah Air.

Sejauh ini, volume transaksi kartu Visa masih terkonsentrasi di Pulau Jawa terkhususnya di Jakarta dengan porsi yang besar.

Di sisi lain, Visa Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk ikut terlibat dalam rencana bank sentral membetuk prinsipal kartu kredit domestik.

Kendati demikian, kata Ellyana, tidak merinci secara detil langkah yang akan dilakukan jika bank sentral membentuk prinsipal domestik.

"Apalagi, kami juga belum mendapatkan informasi dari bank sentral, blue print prinsipal domestik itu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Bambang Supriyanto
Terkini