Obligasi OCBC NISP Tertinggi Diganjar Bunga 9,8%

Bisnis.com,10 Feb 2015, 16:46 WIB
Penulis: Hendri Tri Widi Asworo
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank OCBC NISP Tbk., mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I OCBC NISP Tahap II Tahun 2015 pada Bursa Efek Indonesia dengan jumlah pokok sebesar Rp3 triliun. Pada proses bookbuilding obligasi ini menerima kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga mencapai Rp855 miliar.

Obligasi diterbitkan dalam 3 seri, yaitu seri A untuk jangka waktu 370 hari sebesar Rp1,09 triliun dengan bunga 9%. Kemudian, seri B untuk jangka waktu dua tahun sebesar Rp670 miliar dengan bunga 9,4% serta seri C untuk jangka waktu tiga tahun sebesar Rp1,24 triliun dengan bunga 9,8%. Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan.

Penerbitan Obligasi ini merupakan bagian kedua dari Penawaran Umum Berkelanjutan Bank OCBC NISP dengan target total dana sebesar Rp6 triliun yang diterbitkan dalam kurun waktu hingga dua tahun.

"Di tengah kondisi pasar dan ketatnya persaingan saat ini, permintaan yang kuat dari para investor yang bahkan mengalami oversubscribed Rp855 miliar, menunjukkan kepercayaan yang tinggi kepada Bank OCBC NISP," kata Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP, dalam siaran pers, Selasa (10/2/2015).

Pengakuan positif ini juga dibuktikan oleh rating yang berhasil diraih Bank OCBC NISP dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yaitu idAAA dan peringkat idAAA(idn) dari Fitch Rating untuk instrumen obligasi tersebut. "Hal ini mencerminkan kemampuan dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang pada surat utang, disamping tentunya komitmen untuk menjaga kepercayaan yang diberikan.”

Menurutnya, dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan perseroan untuk pertumbuhan usaha dalam bentuk penyaluran kredit.

"Reputasi Bank OCBC NISP yang baik di Industri perbankan nasional dan telah teruji dalam rentang waktu yang panjang selama hampir 74 tahun serta dukungan kuat dan berkesinambungan dari OCBC Group sebagai pemegang saham pengendali, terutama dari segi permodalan, branding, pengelolaan resiko, alih teknologi dan pengembangan human resources. Hal ini telah memberikan kepercayaan yang tinggi kepada seluruh investor dan stakeholders," tambah Parwati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini