OJK Perkenalkan Industri & Jasa Keungan kepada Siswa SMP

Bisnis.com,23 Feb 2015, 13:29 WIB
Penulis: Yanita Petriella
OJK menyatakan pengenalan produk keuangan sejak dini untuk para siswa diperlukan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai produk dan jasa keuangan yang nantinya akan berdampak pada penaikan kesejahteraan masyarakat./Ilustrasi Belajar mengajar di sekolah-Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan buku literasi keuangan tingkat SMP yang berjudul Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan.

Peluncuran buku setebal 61 halaman dan bersampul warna merah tua ini diadakan di SMP Lab School Kebayoran Jakarta, Senin (23/2/2015).
Dalam acara ini dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Bawesdan, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti Soetiono, dan segenap pelaku jasa keuangan.
Muliaman mengatakan pengenalan produk keuangan sejak dini untuk para siswa diperlukan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai produk dan jasa keuangan yang nantinya akan berdampak pada penaikan kesejahteraan masyarakat.
OJK sejak 2004, lanjutnya, sudah bekerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pelaku industri jasa keuangan menyusun materi literasi keuangan untuk jenjang pendidikan formal tingkat SMA dan SMP dalam bentuk buku.
"Yang SMA sudah saya luncurkan pada Juli 2014 ke 1.270 SMA di seluruh Indonesia. Ini implementasi materi literasi keuangan mencakup seluruh sektor jasa keuangan untuk setiap jenjang pendidikan formal," ujarnya.
Buku literasi keuangan tingkat SMP ini diharapkan dapat menjadi buku pengayaan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk siswa kelas 7,8 dan 9.
OJK, lanjutnya, juga telah menggelar training of trainers yang ditujukan kepada 67 guru mata pelajaran IPS untuk membekali guru tentang produk keuangan.
Pasalnya, para guru tersebut diharapkan menjadi perpanjangan tangan OJK dalam penyampaian materi.
Pada kesempatan yang sama, Kusumaningtuti menambahkan materi dalam buku literasi keuangan tingkat SMP ini berisi mengenai pengenalan tentang perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal, dana pensiun, dan penggadaian.
"Penyusunan buku ini juga ada masukan dari perwikilan pelaku jasa keuangan sehingga materi yang ada dapat menggambarkan industri jasa keuanham secara nyata dan menekankan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap," tuturnya.
Dengan adanya buku ini, dia berharap para siswa dapat melakukan pengamatan langsung mengenai materi yang diajarkan.
Selain itu, tujuan diluncurkan buku ini agar para siswa memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan penggunaan produk dan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan di masa depan.
"Buku ini mengacu praktik dan kondisi rill lapanhan. Kami akan ujicoba buku ini di 1.521 SMP se-Indonesia. Siswa didik tingkat SMP/Mts di Indonesia ada sekitar 8 juta," kata Kusumaningtuti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Yusuf Waluyo Jati
Terkini