Geliat Bisnis Mobile Money

Bisnis.com,25 Feb 2015, 17:38 WIB
Penulis: Yustinus Andri DP

Bisnis.com, JAKARTA--Proses transaksi menggunakan mobile money saat ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Selain karena memiliki proses transaksi yang ramping antara penjual dan pembeli. Mobile money dirasa sangat membantu bagi masyarakat yang tak terjamah akses keuangan perbankan di daerah-daerah terpencil.

Hal ini salah satunya disebabkan oleh masifnya kepemilikan ponsel di masyarakat, baik di perkotaan maupun daerah. Selain itu pula, daya jangkau sinyal ponsel yang cukup luas di berbagai daerah di Indonesia, turut menjadi sisi positif dari transaksi mobile money ini.

Fakta tersebut didukung oleh data dari GSMA yang memproyeksikan bahwa bursa pengiriman uang formal secara global dapat tumbuh hingga lebih dari US$1 triliun dalam kurun waktu lima tahun berkat layanan yang tersedia pada perangkat bergerak.

Selain itu GSMA juga melansir bahwa saat ini layanan mobile money telah tersedia di lebih dari 58 negara di dunia, tetapi belum terdapat standar yang mendukung layanan ini.

Mobile money sendiri merupakan salah satu bentuk layanan perbankan yang menggunakan ponsel sebagai media perantara transaksi. Untuk hal ini, nomor rekening yang digunakan adalah nomor ponsel itu sendiri.

CEO PT Sky Sab Indonesia, Adrian Djojoraharjo mengungkapkan bahwa mobile money ini memiliki kelebihan untuk membantu berbagai transaksi masyarakat di daerah-daerah pedesaan yang jauh dari layanan perbankan.Hal ini didukung oleh kelebihan mobile money yang menggantungkan transaksinya melalui sinyal ponsel.

“Sekarang siapa sih masyarakat yang tidak pakai handphone? Hampir semua orang punya handphone. Prinsipnya selama ada sinyal ponsel, transaksi itu bisa dilakukan. Tapi dengan catatan ponselnya dalam kategori smartphone,” kata Adrian saat ditemui Bisnis di kantornya.

Di sisi lain, bagi masyarakat perkotaan, penggunaan mobile money dimanfaatkan untuk menggantikan posisi kartu kredit untuk transaksi bernilai kecil.

“Jadi kalau pakai mobile money transaksi yang nilainya recehan bisa terakomodasi. Sebab untuk nilai transaksi besar rata-rata menggunakan kartu kredit,” ujar Adrian.

Seperti diketahui PT Skye Sab Indonesia adalah perusahaan nonbank yang bergerak di bisnis mobile money. PT Skye yang mendapat izin dari Bank Indonesia sejak 2009 tergolong rajin memperkenalkan mobile money.

Jumlah pengguna aplikasi mereka diklaim telah mencapai 125.000 dengan total merchant di atas 100. Mereka juga bekerja sama dengan vendor ponsel lokal Accessgo untuk memasukan aplikasi mobile money Skye di ponsel pintar Accessgo 4E.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini