Soal Kebijakan Moneter, BI Isyaratkan Tetap Ketat

Bisnis.com,27 Feb 2015, 19:31 WIB
Penulis: Sri Mas Sari
Bank Indonesia/Jibiphoto
Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia mengisyaratkan tetap menempuh kebijakan moneter ketat sekalipun the Federal Reserve mengirimkan sinyal fase pelonggaran moneter yang lebih lama.
 
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan testimoni Gubernur the Fed Janet Yellen memang terkesan dovish, yakni tidak akan buru-buru mengerek suku bunga.
 
Namun, data menunjukkan inflasi inti Negeri Paman Sam menguat mendekati target 2%, yang dapat menjadi pertimbangan the Fed menaikkan suku bunga sewaktu-waktu. 
 
"Kalau inflasi meningkat sampai di batas tertentu, itu adalah kondisi yang akan melengkapi kebijakan Amerika Serikat untuk menaikkan bunga," katanya, Jumat (27/2/2015). 

Kalaupun BI memangkas suku bunga menjadi 7,5% bulan ini, Agus berujar bukan berarti bank sentral berpeluang untuk terus menurunkan BI rate pada masa mendatang. 

Dia menjelaskan penurunan BI rate 25 basis poin sekadar untuk mengompensasi penaikan pada November tahun lalu demi mengendalikan ekspektasi inflasi.

Adapun bulan ini, terjadi disinflasi sehingga BI rate pantas turun. Dia memastikan BI akan selalu bergantung kepada data (data-dependent) dalam setiap pengambilan keputusan.

Mantan menteri keuangan itu pun menyampaikan tidak ada intervensi sama sekali dari rezim pertumbuhan ekonomi Joko Widodo terhadap kebijakan moneter BI. 

"BI rate kami turunkan sama confident-nya ketika November kami naikkan BI rate," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini