RUPIAH KIAN LOYO: BKPM Klaim Investasi Tetap Tumbuh

Bisnis.com,14 Mar 2015, 17:44 WIB
Penulis: Thomas Mola
Rupiah/JIBI-Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA-- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim investasi di Tanah Air tetap bertumbuh walau mata uang ruapiah terus mengalami perlemahan.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan kecenderungan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS belum mempengaruhi minat investasi ke Indonesia. Menurutnya rencana investasi yang sudah masuk ke BKPM periode Januari-Februari 2015 masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2014.

Dia menjelasakan rencana investasi untuk PMDN yang sudah masuk ke BKPM periode Januari- 12 Maret 2015 sebanyak 1.138 proyek dengan nilai investasi Rp59 Triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebanyak 689 proyek senilai Rp40,16 Triliun

Adapun, untuk PMA, rencana investasi yang sudah masuk ke BKPM periode Januari-12 Maret 2015 sebanyak 596 proyek senilai US$16,1 Miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebanyak 698 proyek senilai US$6,3 Miliar.

“Proyek investasi di atas sudah mengajukan permohonan perizinan ke BKPM dan sudah teridentifikasi. Jadi, seperti yang saya nyatakan sebelumnya, trend pelemahan nilai tukar rupiah belum berdampak terhadap minat investasi. Kami berharap rencana investasi ini dapat segera terealisasi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Franky dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (14/3/2015).

Franky menambahkan untuk PMA, rencana investasi yang paling besar berasal dari China, di mana periode Januari-Februari 2015 tercatat senilai US$ 6,77 Miliar. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2014 senilai US$ 557,22 Juta.

Negara lain yang mencatatkan kenaikan rencana investasi Januari-Februari 2015 adalah Jepang senilai US$ 1,03 Miliar, dibandingkan periode yang sama tahun 2014 senilai US$ 319,68 Juta. Kemudian disusul Malaysia di mana rencana investasi periode Januari-Februari 2015 senilai US$ 2,23 Miliar, dibandingkan periode yang sama senilai US$ 252,59 Juta.

“Kenaikan rencana investasi China tidak mengherankan karena pada Triwulan IV/2014 realisasi investasi dari China untuk pertama kalinya sejak tahun 2010 masuk lima besar investasi asing ke Indonesia senilai US$ 500 Juta. Demikian juga dengan Malaysia yang pada tahun 2014, untuk pertama kalinya masuk dalam lima besar investasi asing ke Indonesia senilai US$ 1,8 Miliar,”jelas Franky.

BKPM juga mencatat adanya penurunan rencana investasi yang sudah masuk ke BKPM sepanjang Januari-Februari 2015, dari beberapa negara, dibandingkan periode yang sama 2014. Negara-negara tersebut antara lain Singapura, di mana sepanjang Januari-Februari 2015 rencana investasi yang sudah masuk senilai US$ 2,32 Miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2014 senilai US$ 2,66 Miliar.

Negara lainnya yang juga mengalami penurunan rencana investasi adalah Korea Selatan di mana sepanjang Januari-Februari 2015 tercatat rencana investasi senilai US$ 140,4 Juta, lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2014 senilai US$ 669,29 Juta.

“Kita berpendapat penurunan nilai rencana investasi dari negara-negara tersebut bukan akibat melemahnya nilai tukar rupiah, tapi karena trend waktu pengajuan permohonan yang biasanya semakin meningkat di bulan-bulan berikutnya, “jelas Franky.

BKPM sendiri untuk tahun 2015 menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 519 Triliun, meningkat 14% dibandingkan realisasi investasi tahun 2014. Sementara, untuk periode 2015-2019, BKPM menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 3.500 Triliun guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 7 %.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Mia Chitra Dinisari
Terkini