EDUKASI DUIT: Hakekat Uang Setara dengan Hakekat Leadership

Bisnis.com,20 Mar 2015, 10:32 WIB
Penulis: Goenardjoadi Goenawan
Goenardjoadi Goenawan. / Bisnis

Bagaimana hakekat uang bisa dikatakan setara dengan hakekat leadership?  Di titik mana kedua hakekat itu menampakkan persamaan? Seorang leader mampu mempengaruhi orang lain. Ketika dia mempengaruhi orang lain, maka dia memiliki akses kepada dompet mereka.

Pertanyaan, bagaimana bisa menjadi pemimpin dan bagaimana bisa mempengaruhi orang. Untuk menjawabnya, kita harus mengetahui akar dari kepemimpinan, yaitu trust atau kepercayaan. Seorang pemimpin dipercaya baik oleh atasan maupun para anggotanya.  

Lalu apakah akar kepercayaan itu?

Banyak misteri tentang trust. Ada yang bilang hidup adalah mengadu nasib. Anggapan itu muncul, karena tidak mampu memahani akar kepercayaan. Jadi, ketika dia dipercaya, dia mengganggap seperti sedang memenangkan lotre, sedang beruntung saja.

Kepercayaan muncul bukan karena keberuntungan, tapi kepercayaan hadir karena dibangun seorang leader yang tahu dan memahami kepentingan orang lain. Jadi akar kepercayaan adalah mengerti kepentingan orang lain, paham terhadap other people interest, OPI. Seseorang menjadi leader atau orang yang berpengaruh, karena mampu mengerti kepentingan anak buah dan kepentingan atasan.

Dengan memiliki kecerdasan OPI, Anda akan memiliki money intelligent. Kecerdasan uang. Dengan demikian, definisi money intelligence adalah kemampuan mengerti Other people's interest, OPI.

Seorang leader tidak harus yang paling tua, paling senior atau paling kaya. Parameter yang digunakan untuk memilih leader adalah parameters khusus, yaitu kecerdasan OPI atau OPI index. Dengan OPI index yang tinggi, seseorang akan dipercaya. Dia mampu menjadi pemimpin atau menjadi deal maker.

Jadi, Anda bisa masuk ke lingkungan RT/RW, lingkungan alumni sekolah atau bahkan lingkungan investor atau bangsawan dengan mengantungi OPI index yang tinggi. Anda tidak perlu menjadi yang tertua atau paling kaya untuk bisa dipercaya, sehingga mampu mempengaruhi mereka. Kemampuan yang paling menentukan adalah kemampuan Anda memahami kepentingan mereka.  

Uang adalah Leverage
Apa maksud uang adalah leverage? Misalnya, Anda menciptakan alat yang bisa mengangkat beban dua hingga tiga kali lebih berat, seperti mesin uap. Maka saat itu Anda menemukan leverage. Menemukan Leverage, karena inovasi Anda tersebut adalah gas yang bisa menggelembungkan balon, sehingga bisa mengangkat mobil, saat orang ingin mengganti ban. Penemuan Anda ini bisa digunakan oleh masyarakat. Inilah business concept.

Yang terpenting dalam sebuah konsep bisnis adalah, bisa diduplikasi orang lain.

Selain bisa diduplikasi, leverage Anda bisa dikembangkan. Gas penggelembung yang Anda temukan, misalnya, bisa dikembangkan untuk digunakan untuk membangun jalan layang. Bisa digunakan untuk konstruksi bangunan tinggi ala lego, bahkan gedung pencakar langit 500 lantai. Pada saat itu leverage Anda bisa digunakan skala besar.

Leverage juga bermakna lebih luas.  Misalnya, ada berita kenaikan harga daging sapi cukup naik tinggi, sehingga banyak pedagang bakso banyak yang terancam tutup. Apa akibatnya? Banyak yang mungkin menggunakan alternatif pengganti daging sapi, yaitu ayam. Hmm, apa istimewanya? Apabila Anda bisa menemukan bahan pengganti ayam, tapi tidak semahal sapi maka barulah Anda menemukan leverage.

Kenapa tidak boleh ayam? Cobalah Anda memperhatikan kompetisi restoran ayam goreng. Kompetisi produk ayam sudah jenuh. Dengan demikian, Anda harus bisa menemukan celah produk selain ayam. Berapa opportunity seluruh kebutuhan pengganti ayam se-Indonesia?

Di Indonesia hanya ada 9 pabrik pengolahan ayam, itu pun hanya meliputi 25% market share. Kalau Anda mampu menciptakan bahan produk pengganti ayam, bahkan 5% saja dari produksi ayam skala bisnis, maka bisnis Anda telah setara dengan perusahaan raksasa.

Penulis:
Goenardjoadi Goenawan
Menulis 10 buku buku manajemen
Trainer dan Konsultan mengenai membuka paradigma baru tentang uang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Setyardi Widodo
Terkini