HARGA JAGUNG Terancam Banjir Pasokan dari AS

Bisnis.com,01 Apr 2015, 09:13 WIB
Penulis: Surya Rianto
Jagung./

Bisnis.com, JAKARTA– Pasokan komoditas pertanian sektor biji-bijian sampai awal Maret mengalami peningkatan di atas proyeksi pemerintah Amerika Serikat. Kondisi ini diperkirakan dapat menekan harga komoditas biji-bijian dalam jangka menengah.

Don Roose, Presiden Komoditas Amerika Serikat (AS) di West Des Moines, mengatakan pasokan saat ini mengirim pasar jagung ke tren pelemahan.

“Pasar  jagung mempunyai tekanan besar dari pasokan, meskipun sempat ada spekulasi cuaca buruk akan mendukung harga,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Rabu (1/4/2015).

Pasokan jagung di AS sampai 1 Maret ini naik 11% menjadi 7,74 miliar bushel dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Data pasokan itu juga mencatatkan rekor terbesar sejak 1987. Pertumbuhan pasokan jagung AS sampai akhir tahun ini diperkirakan tumbuh lagi sebesar 8,6%.

Namun, pertumbuhan pasokan gandum dan kedelai di AS sampai awal bulan lalu ikut meningkat, tapi kenaikannya masih di bawah proyeksi sebelumnya.

Pasokan gandum meningkat 6,3% menjadi 1,12 miliar bushel dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sebesar 1,05 miliar bushel. Sebelumnya, beberapa analis memperkirakan pasokan gandum di AS akan naik ke level 1,14 miliar bushel.

Sementara itu, pasokan kedelai AS naik 34,2% menjadi 1,33 miliar bushel dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu sebesar 994 juta bushel. Namun, angka itu masih dibawah proyeksi beberapa analis yang memperkirakan pasokan kedelai AS bisa sebesar 1,34 miliar bushel.

Pada perdagangan hari ini sampai pukul 9:01 WIB, harga jagung berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,6% menjadi US$3,78 per bushel, sedangkan harga gandum naik 0,64% menjadi US$5,15 per bushel. Adapun, harga kedelai naik 0,82% menjadi US$9,81 per bushel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Linda Teti Silitonga
Terkini