Kinerja Asuransi Jiwa Patungan Lesu Darah

Bisnis.com,03 Apr 2015, 17:51 WIB
Penulis: Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA—Tak ubahnya dengan kinerja industri perasuransian jiwa di Indonesia pada tahun ini, beberapa perusahaan asuransi jiwa patungan (joint venture) juga membukukan kinerja bisnis yang lesu.

Berdasarkan keterangan resmi yang dilansir oleh Manulife Financial yang berbasis di Kanada, penjualan polis asuransi di Indonesia tercatat turun menjadi US$34 juta per kuartal IV/2014.

Penurunan tersebut disebabkan pertumbuhan yang kuat di jalur bancassurance tidak diiringi dengan penjualan yang signifikan di jalur distribusi keagenan. Namun, penjualan polis asuransi sepanjang tahun lalu mencapai US$114 juta, atau naik 8% dibandingkan 2013.

Di wilayah Asia, Jepang masih memimpin perolehan penjualan asuransi yang naik 60% menjadi US$589, diikuti dengan Hong Kong senilai US$293 juta dengan kenaikan 15%.

Sementara itu, Prudential Plc, induk PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) juga mencatatkan penurunan bisnis dengan indikator penjualan Annual Premium Equivalent (APE) hingga 4% pada 2014.

Padahal, perusahaan asuransi jiwa yang berbasis di London ini sempat membukukan kenaikan APE 18% pada 2013.

“Tahun lalu adalah periode yang menantang. Indonesia sempat dihantam banjir pada kuartal I/2014, dan ketidakpastian politik akibat pemilihan umum,” Tidjane Thiam, Group Chief Executive Prudential Plc dalam keterangan resminya yang dikutip Bisnis.com pada Jumat (3/4/2015).

Per Desember 2014, jumlah APE naik 36% dibandingkan November tahun yang sama mencapai lebih dari Rp1 triliun untuk pertama kalinya. Khusus kawasan Asia, APE meningkat 15% menjadi £2,25 miliar.

Tidak hanya itu, PT AIA Group Limited meraup premi bisnis baru senilai US$3,7 juta, atau naik 11% pada tahun lalu. Kenaikan premi bisnis baru yang disetahunkan tersebut juga diikuti dengan lonjakan laba bersih hingga 22% pada periode yang sama dibandingkan 2013.

"AIA mencapai hasil gemilang pada tahun lalu, pencapaian kali ini mencerminkan kekuatan model bisnis AIA sebagai asuransj terdepan di wilayah Asia Pasifik," kata Mark Tucker, AIA Group Chief Executive and President.

Adapun, pertumbuhan signifikan pada tahun lalu lebih banyak disumbang oleh kinerja bisnis baru di China yang naik 55%. Malaysia juga menyumbang pertumbuhan terbesar kedua yaitu 34%, Hong Kong 32%, Thailand 13%,dan Singapura sekitar 11%.

Sebaliknya, wilayah Korea Selatan justru mengalami penurunan 10%, dan lainnya antara lain Australia, Indonesia, Selandia Baru, Filipina, Sri Lanka, serta Taiwan mencatatkan penurunan hingga 4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini