3 Bank BUMN Fasilitasi Hedging Pertamina US$2,5 Miliar

Bisnis.com,13 Mei 2015, 15:41 WIB
Penulis: Novita Sari Simamora
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Tiga bank pelat merah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk memberikan fasilitas lindung nilai (hedging) senilai US$2,5 miliar kepada PT Pertamina.

Adapun komposisi pemberian fasilitas hedging yakni Bank Mandiri memberikan hedging senilai US$1 miliar sedangkan BNI dan BRI masing-masing memberikan US$750 juta.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan perseroan memberikan fasilitas hedging senilai US$1 miliar.

Menurutnya, kerjasama pemberian fasilitas tersebut adalah upaya Bank Mandiri mendukung Pertamina.

Apalagi Pertamina memiliki kewajiban utang luar negeri dan operasional dalam valuta asing, sementara pendapatan yang diterima dalam mata uang rupiah sehingga berdampak pada munculnya potensi missmatch arus kas.

Fasilitas hedging ini memperkuat perusahaan-perusahaan BUMN menghadapi tekanan volatilitas rupiah dan secara nasional dapat memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, ujar Royke, Rabu (13/5/2015).

Direktur Keuangan Bank BNI Rico Budidarmo mengungkapkan BNI memberikan fasilitas transaksi hedging kepada Pertamina senilai US$750 juta sebagai sarana untuk menghindari risiko selisih nilai tukar.

Menurutnya, Pertamina dapat melakukan variasi transaksi bagi pemenuhan kebutuhan valasnya, baik melalui transaksi FX Forward atau FX Swap sehingga risiko yang timbul maupun yang diperkirakan akan timbul akibat adanya fluktuasi nilai tukar pada pasar valuta asing dapat diantisipasi oleh Manajemen Pertamina dengan baik.

"Korporasi perlu melakukan antisipasi dengan melakukan transaksi lindung nilai (hedging) sebagai salah satu mitigasi risiko terhadap volatilitas nilai tukar," ungkapnya.

Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan terus berfluktuasi sebagai akibat membaiknya kondisi ekonomi Amerika Serikat dan adanya rencana the Fed melakukan normalisasi kebijakan moneter, dengan menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) di tahun 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini