EDUKASI DUIT: Mengapa Tidak Ada Bintang Iklan Tua Seperti Mbah Maridjan?

Bisnis.com,14 Mei 2015, 05:31 WIB
Penulis: Goenardjoadi Goenawan
Goenardjoadi Goenawan. / Bisnis

Saking menghormati mantan Perdana Menteri Singapura Mr. Lee Kuan Yew yang wafat, rupanya BreadTalk di Singapura menjual roti "Lee Kuan Yew". Astaga...

Alhasil rakyat Singapura pun protes habis-habisan. Rencana semula ingin menyumbangkan hasil penjualan roti "Lee Kuan Yew" juga tidak mempan meredam kemarahan rakyat.

Dulu juga pernah ada pembukaan mal di Mangga Dua dengan konsep Pyramid Mesir, lengkap dengan mummy. Astaga... Yang datang ke mal malah merinding. Pernahkah Anda melihat mummy? Nonton filmnya saja super menakutkan.

Mungkin bukan sebuah kutukan seperti di film Mummy. Namun kalau ada pilihan lainnya seperti konsep yang bertema "senang atau bahagia" itu lebih baik daripada memamerkan makam Raja Mesir.

Mengapa demikian? Karena bisnis tidak mungkin abadi. Coba lihat. Dulu ada merek travel terkenal: Cipaganti. Sekarang bubar. Sebuah bisnis tentu ingin berusaha menghidupkan bisnis penjualan. Bukannya mendekati kematian.

Ada sebuah pamali atau hal yang tidak baik untuk mengkaitkan kematian dengan bisnis. Janganlah kematian, ketika memilih bintang iklan merek juga menghindari tokoh yang terlalu tua. Kecuali patung Kolonel Sanders.

Ada sebuah merek yang sering menggunakan tokoh tua seperti detergent terkenal di Indonesia. Memang hasilnya sangat populer, mungkin karena bintang iklannya mengikuti gaya modern yang "gaul". Karena itu tidak menjadi terlalu berkesan tua. Setiap tahun menjadi perdebatan, apakah kontrak masih ingin diperpanjang setiap dua tahun. Ada yang khawatir bahwa ini sudah cukup, tetapi mungkin data penjualannya masih menunjukkan naik terus.

Namun, fenomena ini tidak berlaku untuk mendiang Mbah Maridjan. Barangkali karena dianggap hero, Mbah Maridjan tidak mengindahkan perintah Sri Sultan untuk dievakuasi ketika Gunung Merapi meletus. Figurnya masih dipakai sebagai tokoh hero minuman energi. Tokoh seperti Mbah Maridjan ini seperti hero di hati masyarakat. Seperti tokoh Superman.

Penulis:

Goenardjoadi Goenawan

Penulis 10 buku buku manajemen

Trainer dan konsultan mengenai membuka paradigma baru tentang uang

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Setyardi Widodo
Terkini