Tangsel Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas Bagi Pelajar

Bisnis.com,28 Mei 2015, 15:50 WIB
Penulis: Nurudin Abdullah
Ilustrasi

Bisnis.com, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus melakukan upaya penertiban lalu lintas di wilayahnya, termasuk melalui program sosialisasi kepada kalangan para pelajar.

Sukanta, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, mengatakan para pelajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Lanjutan Atas perlu mendapat pengetahuan tertib berlalu lintas dan keselamatan berkendaraan.

“Agar anak-anak generasi penerus itu bisa mengetahui rambu-rambu lalu lintas dan pedoman keselamatan berkendara. Sosialisasi ini mendorong agar mereka bisa tertib ketika naik kendaraan,” katanya, Kamis (28/5/2015).

Menurutnya, pengetahuan tentang berlalu lintas memang seharusnya dimulai sejak dini dan melalui kegiatan program sosialisasi itu agar nantinya masyarakat pengguna jalan di Tangsel dapat lebih disiplin dan tertib.

Selama kegiatan sosialiasi berlangsung  para peserta akan mendapatkan informasi seputar model-model serta fungsi rambu lintas oleh para instruktur khusus.

Sebab, lanjutnya, walaupun rambu lalu lintas dipasang dan kondisi infrastruktur bagus, tetapi kalau pengendaranya tidak disiplin maka fasilitas itu akan percuma.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara bertahap di 7 wilayah kecamatan antara lain TK Mori Bilingual, TK Raih Impian, SDN Lengkong Gudang 1, SDN Pondok Jagung 2, SDN Pondok Kacang Timur 2, SDN Kademangan 2, dan SD Muallafah Islamic School.

Selanjutnya untuk sekolah tingkat menengah atas, diantaranya SMK Negeri 2, SMK Pustek Serpong, SMK TI PGRI 11 Serpong, SMK Iptek Kota Tangerang Selatan, SMA Muhammdiyah 25 Pamulang, SMA Arif Rachman Hakim dan SMK Islamiyah Ciputat.

Sementara itu Taryono, Sekretaris Dishubkominfo Kota Tangsel, dalam laman resmi Tangsel, menjelaskan catatan data kecelakaan lalu lintas yang dihimpun institusi Kepolisian RI pada 2012, untuk wilayah Tangsel mencapai 7.817 kasus atau lebih rendah dari tahun sebelumnya 8.144 kasus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini