Pemprov DKI Pangkas Pembangunan yang Kemahalan

Bisnis.com,30 Jun 2015, 23:45 WIB
Penulis: Gloria Fransisca Katharina Lawi
DKI Jakarta./Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta akan kaji ulang pembangunan dari konsultan beserta anggaran yang diajukan untuk penyusunan rancangan APBD Perubahan 2015.

Sekretaris Daerah DKI Saefullah membeberkan ada 1012 kegiatan di DKI yang kebanyakan adalah pembangunan fisik. Saefullah mengaku dalam evaluasi anggaran APBD masih ditemukan besaran yang dibuat konsultan terlalu mahal.

"Salah satunya adalah pembangunan sekolah, kelurahan, puskesmas yang kita anggap kemahalan, ini kita tidak lelang karena bisa berpengaruh 25-30% tingkat kemahalannya dari angka yang wajar," ucap Saefullah.

Saefullah mengaku kondisi ini akan menghambat pembangunan. Oleh sebab itu bangunan-bangunan fisik yang direncakan Pemprov DKI akan dihitung ulang, karena DED-nya sangat rawan di-mark-up. Saefullah menilai untuk apa menghabiskan uang begitu banyak hanya untuk program yang kemahalan.

"Jadi lebih baik tidak dilaksanakan, kita hilangkan dan tahun depan kita buat metode rancang-bangun dengan jelas, lebih simpel, dan murah," tegas Saefullah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Andhina Wulandari
Terkini