Nilai Tukar Petani di Bali Naik pada Juni, Daya Beli Ikut Terdorong

Bisnis.com,02 Jul 2015, 17:29 WIB
Penulis: Natalia Indah Kartikaningrum
Petani Panen tomat/Antara

Bisnis.com, DENPASAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menyatakan nilai tukar petani (NTP) di Bali pada Juni 2015 naik 0,86% menjadi 103.93 dibandingkan pada Mei 2015 yakni 103.05.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani yang mengalami kenaikan sebesar 0,98% lebih besar daripada indeks harga yang dibayar kenaikannya 0,12%.

“Pada Juni 2015 dari lima subsektor, hanya satu yang mengalami penurunan NTP yaitu subsektor hortikultura yang turun sebesar 0,57%,” ujar Panusunan Siregar, Kepala BPS Bali, Rabu (1/7/2015).

Dia menyatakan, dari empat subsektor yang mengalami kenaikan NTP, kenaikan tertinggi pada NTP subsektor tanaman pangan dengan kenaikan sebesar 2,21%.

Berikutnya disusul dengan NTP subsektor peternakan yang naik sebesar 1,16%, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,75%, dan subsektor perikanan naik sebesar 0,22%.

Adapun untuk NTP nasional pada Juni 2015, lanjutnya, mengalami kenaikan sebesar 0,5%. Secara umum, kenaikan tersebut didorong oleh indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,15% lebih tinggi daripada kenaikan harga yang dibayar petani sebesar 0,65%.


“Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani. Dengan kenaikan 0,86% NTP di Bali yang di atas kenaikan nasional menunjukkan bahwa tingkat kemampuan atau daya beli petani di Bali semakin kuat,” papar Panusunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Yusuf Waluyo Jati
Terkini