Di Bekasi, Orangtua Gembok Pagar Sekolah Gara-gara Anaknya Tak Diterima

Bisnis.com,25 Jul 2015, 15:11 WIB
Penulis: Newswire
Guru dan murid /Antara

Bisnis.com, BEKASI-- Kepolisian Sektor Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, membongkar gerbang sekolah di wilayah setempat yang digembok warga.

"Jangan gara-gara anak tidak diterima, semua jadi korban,” ujar Kepala Polsek Cikarang Barat Komisaris Lintar, Sabtu (25/7/2015).

Sekolah yang disegel antara lain Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 1 Cibitung, yang gerbangnya digembok warga. Adapun gerbang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)  1 Cibitung dilas.

Penyebabnya, sejumlah calon siswa tak diterima di sekolah-sekolah itu melalui jalur rayonisasi.

"Bangunan jangan jadi sasaran pelampiasan kekecewaan," kata Lintar.

"Itu melanggar hukum."

Di SMAN 1 Cibitung, puluhan anggota Polsek membongkar pintu samping dan menggiring siswa baru yang sedang mengikuti pra-masa orientasi sekolah.

Diawasi Polisi

Setelah pintu samping dibuka, para siswa langsung masuk menuju kelas dengan diawasi petugas kepolisian dan sejumlah guru.

"Disegel sekitar tiga hari lalu oleh warga yang anaknya tidak bisa masuk sekolah," kata Syahban, warga setempat.

Pada tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi menerima peserta didik baru dengan sistem online. Dalam sistem itu ada tiga jalur, yakni jalur umum, prasejahtera bagi warga kurang mampu, dan rayonisasi atau dalam satu wilayah. Adapun kuota siswa yang diterima di luar jalur umum sebanyak 20 persen.

Di luar jalur umum, Dinas Pendidikan memberlakukan sistem kompetisi nilai. Artinya, calon siswa yang memiliki nilai paling tinggi sesuai dengan kuota yang ditentukan bakal diterima.

Calon siswa yang tak diterima di sekolah tersebut disarankan mendaftar ke sekolah negeri lain atau sekolah swasta.

"Pendaftaran ditutup sejak 8 Juli lalu," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Rohim Sutisna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Nancy Junita
Terkini