Ke Banyumas, Jangan Lupa Payung Kertas

Bisnis.com,25 Jul 2015, 10:19 WIB
Penulis: Azizah Nur Alfi
Payung kertas/Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Anda yang berencana kembali ke Jakarta atau kota besar lain, seusai mudik lebaran, ada baiknya mengunjungi sentra souvenir payung kertas di Kalibagor Kabupaten Banyumas.

Di sana Anda dapat menemukan produk kerajinan payung kertas khas Kalibagor. Perajin payung kertas, Sudirno, menuturkan payung kertas menjadi ikon wilayah Kalibagor.

Dia pun  menyediakan payung kertas hias yang biasa digunakan untuk interior hotel dan payung untuk souvenir. Untuk payung kertas ukuran kecil untuk souvenir seharga Rp25.000. Sementara, payung kertas hias dengan motif khas Banyumas diameter 60 sentimeter dijual mulai harga Rp50.000.

Payung kertas dibuat dari bahan dasar bambu sebagai rangka dan kertas semen sebagai payung. Payung kertas Kalibagor dikenal mampu bertahan cukup lama. Sudirno mengatakan, kualitas yang mampu bertahan cukup lama karena penggunaan lem tradisional yang dibuat secara tradisional dengan bahan kulit kayu salam yang ditumbuk.

Penggunaan lem ini akan merekat kuat walau terkena panas dan hujan, meski sudah bertahun-tahun. Lem ini juga digunakan untuk melapisi kertas semen agar tahan terhadap guyuran air hujan.

"Kalau menggunakan lem tradisional bisa lebih awet," uturnya saat ditemui Bisnis di rumahnya di RT 5 RW 3 No 45 Desa Kalibagor Banyumas.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Dra Rustin Harwanti MSi menuturkan, payung kertas diangkat dalam tema Extravaganza Payung Kertas dalam Lambaian Batik Banyumasan pada April kemarin. Tema tersebut sengaja diangkat untuk menghidupkan kembali perajin payung kertas Kalibagor.

Harapannya, agar perajin payung kertas lebih berinovasi dan berkreasi agar payung kertas dapat menjadi pilihan souvenir khas Kalibagor.

"Payung kertas dapat menjadi pilihan souvenir khas Kalibagor," katanya, Jumat (24/7/2015).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Nancy Junita
Terkini