DANA PENSIUN: Pemanfaatan Aset Finansial Rendah

Bisnis.com,03 Sep 2015, 21:35 WIB
Penulis: Irene Agustine
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspektasi pekerja lokal untuk mendapatkan pemasukan dari produk lembaga keuangan saat memasuki usia pensiun masih rendah menurut riset yang dilakukan Global Aging Institute.

Hasil riset terbaru GAI bersama Prudential Corporation Asia tersebut menyatakan hanya 18% pekerja yang berharap mendapat pemasukan dari produk asuransi, anuitas dan/atau saham, obligasi serta reksa dana saat memasuki usia pensiun.

Dalam riset itu, pensiunan lokal yang menggunakan aset finansial sebagai sumber pemasukan hanya mencapai 11% saat ini.  Adapun, hanya 12% pensiunan lokal yang pernah mendapat saran professional tentang perencanaan dana pensiun.

Richard Jackson, President GAI mengatakan respons yang rendah untuk mendapatkan pemasukan pensiun dari aset finansial juga terjadi di Filiphina dan Vietnam.

Berbanding terbalik, sebanyak 60-80% pekerja di China, Hong Kong, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Singapore berharap mendapatkan pemasukan dana pensiun dari aset finansial tersebut untuk membiayai masa tua pekerja.

“Seperti kondisi pensiunan saat ini, pekerja lokal juga memperhitungkan dukungan pemasukan lebih dari keluarga dan memperbanyak pendapatan saat ini untuk mengisi gap [daripada berharap pada aset finansial],” katanya, Kamis (3/9/2015).

Di sisi lain, sebanyak 45% pekerja lokal menyatakan pemerintah harus berperan penting dalam memberikan perlindungan di masa pensiun.

Adapun, hanya 25% responden menyatakan pemasukan pensiun sudah harus direncakan saat pensiunan masih bekerja, 18% diusahakan sendiri saat menjadi pensiunan dan 11% berasal dari anak-anak pensiunan.

Richard menyarankan penyedia jasa keuangan untuk mengedukasi masyarakat tentang peran industri jasa keuangan dalam mendorong simpanan masa pensiunan.

Dia mengatakan penyedia jasa keuangan bisa menjembatani hubungan yang terputus antara cita-cita pekerja untuk memiliki tabungan masa pensiun dan tindakan nyata untuk mencapai itu.

Adapun, jasa keuangan dituntut untuk memasarkan lebih gencar produk finansial untuk pekerja dan memuaskan permintaan masyarakat terhadap produk keuangan yang dapat menjadi sumber pendapatan di masa pensiun.

Di sisi lain, pemerintah diharapkan mampu mengembangkan sistem pensiun negara, yakni Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) agar lebih memadai seiring dengan tingginya kepercayaan pekerja lokal atas pelaksanaan program sosial itu.

Selain itu, pemerintah diharapkan mampu mendorong para pekerja menabung lebih banyak untuk masa pensiun, menyediakan perlindungan atas kemiskinan pada lansia dan meningkatkan usia pensiun dan mendorong masa kerja yang lebih lama dari saat ini.

Riset berjudul dari Tantangan Menjadi Kesempatan: Survei Pensiunan di Asia Timur Gelombang ke-2 tersebut melibatkan 10.109 responden di 10 negara Asia Timur, yaitu China, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Vietnam dan Taiwan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini