Wisatawan Asing Diusulkan Dapat Kemudahan Buka Rekening Bank di Indonesia

Bisnis.com,03 Sep 2015, 19:28 WIB
Penulis: Lili Sunardi
Pantai Kuta/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengusulkan kemudahan pembukaan rekening bank untuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Muliaman Hadan, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengatakan dirinya melaporkan rencana pihaknya untuk mempermudah pembukaan rekening bank untuk wisatawan mancanegara kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut dilakukan untuk menarik devisa dari wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia.

“Saya mengusulkan kemudahan pembukaan rekening bagi wisatawan. Tapi ini sedang kami kaji kemudahan apa saja yang diberikan,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Sekadar diketahui, sejumlah bank nasional saat ini hanya mensyaratkan paspor dan dokumen izin menetap di dalam negeri, seperti kartu izin menetap sementara (KIMS), kartu izin tinggal tetap (Kitap), dan kartu izin tinggal terbatas (Kitas).

Pemerintah memang terus berupaya meningkatkan devisa negara melalui penambahan wisatawan mancanegara yang masuk ke dalam negeri.

Salah satu kebijakan yang diambil untuk mencapai target tersebut adalah memberikan bebas visa kepada wisatawan dari berbagai negara.

Saat ini, pemerintah mengkaji pemberian bebas visa untuk wisatawan yang berasal dari 47 negara. Sebelumnya, pemerintah juga memutuskan untuk menambah 30 negara ke dalam daftar bebas visa.

Rizal Ramli, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengatakan dirinya menargetkan pemberian fasilitas bebas visa tersebut dapat dilakukan paling lambat Oktober 2015.

Dengan begitu, pemerintah dapat memanfaatkan musim liburan pada November dan Desember 2015.

Menurutnya, pemberian fasilitas bebas visa menjadi kebijakan yang paling efektif untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara di dalam negeri.

Hal tersebut terbukti dari melonjaknya wisatawan dari 30 negara yang diberikan fasilitas bebas visa, naik hingga 15%.

“Kami kan sudah memberikan bebas visa untuk 30 negara, ternyata manfaatnya besar. Jumlah wisatawan dari 30 negara itu naik 15%, sedangkan sebelumnya rata-rata penaikannya hanya 4%,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga menargetkan peningkatan jumlah tenaga kerja langsung di sektor pariwisata mencapai 7 juta orang, dan 21 juta orang pekerja tidak langsung di sektor tersebut pada 2019.

Peningkatan jumlah wisatawan dalam lima tahun mendatang juga ditargetkan membuat devisa negara dari sektor pariwisata mencapai US$20 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Saeno
Terkini