Ini Cara Berhemat Saat Dolar AS Tinggi

Bisnis.com,25 Sep 2015, 15:59 WIB
Penulis: Tisyrin Naufalty Tsani
Dolar AS./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA--Dalam kehidupan sehari-hari, tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah dapat berpengaruh terhadap harga berbagai kebutuhan. Barang-barang impor tentu ikut melejit harganya. Padahal, tidak secara otomatis jika terdapat kondisi semacam ini maka penghasilan juga ikut naik. 

Jika penghasilan naik tentu boleh sedikit bernapas lega, jika tidak? Perlu pasang strategi agar tidak merugi. Perencana keuangan independen dari Tatadana Consulting Tejasari Asad ini mengingatkan untuk berhemat. 

Cara yang dapat dilakukan untuk berhemat di tengah dolar yang sedang berjaya bermacam-macam. “Cobalah pilah-pilah kembali mana pengeluaran yang penting dan tidak penting, buatlah prioritasnya,” katanya kepada Bisnis.com, Jumat (25/9/2015). 

Setelah mengetahui hal tersebut, langsung saja kurangi pengeluaran yang sebetulnya tidak terlalu penting seperti makan di luar. 

Cara lainnya, carilah substitusi barang yang harganya naik. Cari barang yang manfaatnya sama sedangkan dan harganya sesuai kantong. 

Contohnya, perempuan yang terbiasa merawat tubuhnya di salon dengan luluran, bisa membeli sendiri peralatannya dan mencoba di rumah. Atau jika biasa membeli bahan makanan tertentu yang hargannya naik karena dipengaruhi dolar, carilah bahan makanan yang memiliki kualitas tak jauh berbeda, tapi harganya lebih rendah. 

Dia mengatakan, hemat ini penting dilakukan. Dengan berhemat, pengeluaran tidak akan melampaui penghasilan. Jika seseorang boros atau pengeluarannya senantiasa melebihi penghasilan, tentu saja kondisi keuangannya akan terganggu, apalagi di tengah kondisi seperti saat ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini