Riset: Kelas Menengah di Asia dan Afrika Yakin Ekonomi Akan Tumbuh

Bisnis.com,06 Okt 2015, 16:50 WIB
Penulis: Yanita Petriella
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Riset Standard Chartered menyatakan masyarakat kelas menengah di Asia dan Afrika menyakini prospek pertumbuhan ekonomi akan bertumbuh.

Berdasarkan hasil riset yang diterima Bisnis.com, masyarakat kelas menengah di Asia dan Afrika memiliki rencana pengeluaran yang jelas dan sangat percaya diri dalam mencapai tujuan kekayaan jangka panjang.

Studi yang dilakukan oleh Standard Chartered pada 7.000 masyarakat kelas menengah di tujuh pasar Standard Chartered seperti Indonesia, Singapura, Cina, Hong Kong, Kenya dan Nigeria telah memberikan informasi baru tentang tingkat kepercayaan, harapan pendapatan, rencana tabungan, dan prioritas pengeluaran jangka pendek dan panjang.

Temuan utama dalam studi ini yakni tingkat kepercayaan yang tinggi pada kalangan kelas menengah pada tujuan kekayaan 10 tahun yang akan datang.

Chief Executive Officer Retail Banking Standard Chartered Karen Fawcett mengatakan responden di enam pasar Indonesia, Hong Kong, Cina, India, Nigeria dan Singapura mengatakan bahwa membeli properti karena aspirasi jangka panjang mereka, sementara mempunyai usaha sendiri adalah tujuan utama responden di Kenya.

"Sebanyak 87% responden percaya bahwa mereka akan mencapai impian untuk membeli properti atau memiliki usaha sendiri dalam 10 tahun ke depan," ujarnya, seperti dikutip Selasa (6/10/2015).

Masyarakat kelas menengah sangat percaya diri dan ambisius, lanjutnya, yang akan mendukung prospek pertumbuhan jangka panjang.

"Standard Chartered berfokus pada negara dengan tingkat pertumbuhan tinggi di mana terdapat permintaan tinggi pada masyarakat yang memerlukan solusi perbankan internasional. Kami ingin membantu klien kami untuk mencapai aspirasi keuangannya," kata Karen.

Hasil studi lainnya, lanjut Karen, 75% responden mengharapkan ekonomi negara mereka tumbuh di tahun yang akan datang.

Sebesar 82% responden Indonesia mengalami peningkatan dalam pendapatan mereka dalam satu tahun terakhir dan mengharapkan untuk terus meningkat di tahun selanjutnya.

Rata-rata responden mempunyai rencana untuk menabung sampai 30% dari pendapatannya, meningkat dari 26% di tahun sebelumnya.

"Sebagai perbandingan dari ekonomi barat, angka ini lebih besar enam kali lipat dibandingkan angka yang direncanakan oleh masyarakat di Inggris dan Amerika," ucap Karen.

Dia menambahkan data resmi pemerintah di Inggris dan Amerika menunjukkan bahwa rasio menabung turun ke 4,9% pada Juli tahun ini, di mana sebelumnya telah mencapai lebih dari 10% pada awal krisis keuangan.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan prioritas pengeluaran jangka pendek pada responden Indonesia yakni pada pendidikan anak.

"Sementara membeli properti adalah prioritas pengeluaran jangka menengah yaitu dalam dua sampai lima tahun ke depan. Jalan-jalan ke luar negeri merupakan salah satu prioritas pengeluaran responden Indonesia dalam dua sampai lima tahun ke depan," tutur Karen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Saeno
Terkini