Agustus 2015, Nilai Investasi Industri Asuransi Jiwa Menurun

Bisnis.com,12 Okt 2015, 20:45 WIB
Penulis: Oktaviano DB Hana

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai investasi industri asuransi jiwa terus mengalami penurunan signifikan hingga Agustus 2015 sejalan dengan melemahnya kinerja IHSG .

Otoritas Jasa Keuangan, dalam ikhtisar data keuangan perusahaan asuransi jiwa konvensional periode Januari-Agustus 2015, mencatat pada Agustus total investasi mencapai Rp271, 69 triliun.

Nilai tersebut menurun 2,14% dibandingkan total investasi industri asuransi jiwa pada Juli 2015, yakni sebesar Rp277,64 triliun.

Realisasi investasi pada Juli pun mengalami  penurunan sebesar 0,91%  jika dibandingkan capaian Juni yang mencapai Rp280,18.

Togar Pasaribu, Pjs. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAUI), mengatakan kondisi tersebut menjadi dampak dari strategi pelaku usaha untuk mengamankan dananya di tengah volatilnya pasar modal.

“Mungkin saja ada dana yang diamankan, di kas atau perbankan dengan rekening biasa dengan situasi investasi pasar modal saat ini,” ujarnya seperti dikutip Bisnis, Senin (12/10/2015).

Menurutnya, sejumlah pelaku industri asuransi jiwa juga masih bersikap wait and see, mengamati pergerakan pasar modal yang terus didorong oleh regulator.

Selain itu, Togar mengatakan sejumlah pelaku jasa juga cenderung mengalokasikan dana investasinya ke luar negeri.

Dia menjelaskan perusahaan asuransi jiwa diberi kelonggaran untuk menginvestasikan dananya hingga 15% ke luar negeri.

“Sebab ada dalam ketentuan PMK [Peraturan Meneteri Keuangan], pelaku berinvestasi ke luar negeri.”

Dalam kondisi tersebt, Togar mengatakan penurunan porsi investasi pada saham, obligasi dan reksadana dapat terjadi.

Kendati begitu, dia meyakini sejumlah instrumen investasi lain, seperti deposito, masih dapat memberikan imbal hasil yang signifikan kendati kinerja IHSG tengah lesu.

Adapun, data OJK juga menunjukkan penurunan porsi investasi pada saham terbilang cukup signifikan.

Pada Agustus 2015, porsi saham dengan nilai mencapai Rp77,48 triliun mengecil hingga sekitar 29%. Pada Juni 2015, porsi instrumen tersebut masih mencapai kisaran 31% dengan nilai Rp85,5 triliun.

Kendati begitu, saham masih menjadi instrumen dominan pada industri asuransi jiwa. Reksa dana menyusul yang meski nilainya turun tipis tetapi tidak mengalami perubahan porsi, yakni 24%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini