BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Fasilitas Kredit PLN

Bisnis.com,18 Des 2015, 00:23 WIB
Penulis: Ihda Fadila
Ilustrasi fasilitas kelistrikan/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bersama Bank Mandiri, Bank BNI, BCA, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) memberi pembiayaan fasilitas kredit Sindikasi Capital Expenditure (Capex 5) atau belanja modal bagi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun 2015.

Penandatanganan yang dilakukan di Jakarta pada Kamis (17/12/2015) menandai pemberian fasilitas kredit sebesar Rp12 triliun yang akan digunakan PLN pada 2015 dan 2016.

BRI berperan sebagai mandated lead arranger (MLA) sekaligus agen fasilitas dan agen penampungan dengan fasilitas pemberian kredit Rp5 triliun.

Sementara perusahaan lainnya menjadi Joint MLA dengan porsi plafond kredit Bank Mandiri sebesar Rp3 triliun, BNI Rp2,5 triliun, BCA, LPEI, dan SMI masing-masing Rp500 miliar.

Hari Siaga, Corporate Secretary BRI, melalui siaran pers pada Kamis (17/12/2015) menjelaskan kerja sama pembiayaan itu merupakan wujud sinergi Bank BRI bagi BUMN energi untuk terus mengembangkan usahanya dalam rangka mendorong pembangunan infrastruktur Indonesia.

“Penambahan suplai listrik yang memadai akan sangat membantu menggerakkan perekonomian nasional,” ungkapnya.

Fasilitas kredit sindikasi Capex 5 PLN 2015 merupakan fasilitas tahunan yang diberikan BRI untuk digunakan oleh PLN dalam skema pembiayaan kredit investasi.

Sejak pembiayaan Capex 1 dari tahun 2011 hingga Capex 5 2015, total plafond yang diberikan oleh BRI kepada PLN sebesar Rp24 triliun, termasuk tambahan Rp5 triliun yang baru saja ditandatangani.

Pembiayaan ini rencananya digunakan PLN sebagai pembiayaan perusahaan (corporate loan) untuk keperluan investasi sesuai dengan RKAP tahun 2015 dan tahun 2016, salah satunya adalah untuk menunjang target investasi penambahan daya sebesar 35.000 megawatt.

Hari Siaga menambahkan dukungan BRI ini dapat membantu mewujudkan target pemerintah untuk mempercepat proyek penambahan daya listrik 35.000 megawatt yang semula direncanakan 10 tahun (2013-2022) menjadi 8 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: M. Syahran W. Lubis
Terkini