MUNAS GOLKAR: Ical Didesak Akui Tim Transisi

Bisnis.com,20 Jan 2016, 09:20 WIB
Penulis: Newswire
JK dan Akbar Tandjung duduk bersebelahan saat HUT Partai Golkar ke-51 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (26-11-2015) diapit Aburizal Bakrie dan Luhut B. Pandjaitan./Antara-Reno Esnir

Kabar24.com, JAKARTA --  Desakan kepada Aburizal Bakrie untuk menerima Tim Transisi Golkar semakin gencar.

Kali ini desakan datang dari politikus senior Partai Golkar Zainal Bintang yang menyarankan Aburizal Bakrie (ARB) atau Ical mengakui pembentukan Tim Transisi Golkar dan bersedia bergabung di dalamnya guna bersama-sama membangkitkan kembali partai beringin dari keterpurukan.

"Saran saya, demi mengembalikan keutuhan Golkar yang sekarang sedang terpuruk ARB mau menyatu di dalam Tim Transisi," kata Zainal ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Bintang mengatakan dengan kondisi perpecahan saat ini, Golkar mulai tertinggal dari partai politik papan bawah.

Dia menyarankan agar Ical mau berpikir jauh ke depan dan mempertimbangkan masa depan Golkar.

"Sebaiknya ARB dengan jiwa besar mau menyatu dalam tim," kata Ketua Kordinator Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG) itu.

Dia memandang keputusan Mahkamah Partai Golkar (MPG) membentuk tim transisi Munas Rekonsiliasi Golkar pada 2016 sebagai langkah bagus sebagai landasan solusi penyelesaian konflik internal Golkar.

Sebelumnya, Mahkamah Partai Golkar (MPG) telah memutuskan membentuk Tim Transisi untuk memfasilitasi adanya munas bersama paling lambat Maret 2016.

MPG yang dipimpin Muladi telah menunjuk Wapres JK sebagai Ketua Tim Transisi dan B.J. Habibie sebagai pelindung, bersama sembilan tokoh senior Golkar lainnya yang menjadi anggota, termasuk Aburizal Bakrie pimpinan kubu Munas Golkar Bali dan Agung Laksono pimpinan kubu Munas Ancol.

Langkah MPG itu dapat diterima oleh kubu Agung Laksono beserta kalangan muda, politikus senior, dan Akbar Tanjung. Namun kubu Aburizal menolaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Saeno
Terkini