2016, Mandiri Tunas Finance Ingin Lebih Ekspansif

Bisnis.com,25 Jan 2016, 01:24 WIB
Penulis: Fitri Sartina Dewi
Mandiri Tunas Finance/mtf.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mandiri Tunas Finance berkomitmen untuk semakin ekspansif dalam mengembangan bisnisnya dengan merambah multiguna yang rencananya akan direalisasikan pada kuartal I/2016.

Direktur Keuangan Mandiri Tunas Finance (MTF) Ade Cahyo Nugroho mengatakan pada tahun lalu perusahaan telah merambah bisnis multiguna pada tahun lalu di segmen pendidikan. Pada tahun ini segmennya akan diperluas untuk pembiayaan ibadah haji dan umrah.

“Kami tidak menetapkan target kontribusi multiguna terhadap total pembiayaan di MTF, sebab bisnisnya baru dimulai dan kontribusinya masih sedikit,” kata Cahyo pada pekan lalu.

Menurutnya, untuk merealisasikan multiguna, perseroan telah membentuk sebuah divisi khusus yaitu Business Excellent Managemen (BEM) yang bertugas menangani proyek-proyek pembiayaan baru.

“Kedepannya kami berencana untuk perlahan-lahan melepas pembiayaan untuk motor dan mobil bekas, makanya kami mulai merambah ke multiguna. Selain itu, kami juga fokus meraih posisi multifinance nomor satu untuk pembiayaan mobil baru,” ujarnya.

Dengan penerapan strategi baru dan upaya pengembangan bisnis, pada tahun ini perseroan menargetkan bisa meraih laba bersih Rp333 miliar dan aset tumbuh menjadi Rp30 triliun.

Selain itu, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. tersebut juga menargetkan bisa menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp18 triliun atau tumbuh sekitar 6% dari realisasi pembiayaan tahun lalu yang mencapai Rp17,1 triliun.

Kontribusi pembiayaan terbesar pada tahun ini diprediksi masih akan berasal dari pembiayaan mobil baru. Sementara itu, Dari total pembiayaan tahun lalu, pembiayaan untuk mobil baru masih mendominasi komposisi pembiayaan dengan kontribusi sekitar 95,8%. Kemudian, pembiayaan mobil bekas sebesar 1,9%, motor 1,25% dan alat berat 0,92%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Yusuf Waluyo Jati
Terkini