Pacu Ritel, BSM Jawa 1 Incar Nasabah Naik 30%

Bisnis.com,03 Mar 2016, 14:42 WIB
Penulis: Fatia Qanitat
Karyawan Bank Syariah Mandiri melayani nasabah

Bisnis.com, SEMARANG--Seiring dengan recana pengembangan di segmen ritel, PT Bank Syariah Mandiri Regional Jawa 1 mengincar pertumbuhan nasabah hingga 30% pada tahun ini.

Regional Head Bank Syariah mandiri Regional IV (Jawa 1) Sugeng Hariadi mengatakan total nasabah yang berada dalam bagian wilayah Jawa Barat-Jawa Tengah-DI Yogyakarta saat ini mencapai sekitar 150.000-an nasabah.

Artinya, perusahaan mengincar penambahan sekitar 45.000 nasabah baru tahun ini,

"Posisi Jateng paling kuat. Pertumbuhan nasabah diusakan sampai 30%. Kami ingin mengembangkan transaksi ritel. Sekarang kami kejar juga melalui kerja sama pembuatan kartu Co-Branding," ujarnya usai melakukan kerja sama pembuatan Co-Branding dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Tengah, Kamis (3/3/2016).

Dari total nasabah tersebut, kontribusi dari Co-Branding saat ini masih berkisar antara 5%-10%. Co-Branding merupakan produk berupa kartu identitas sekaligus sebagai kartu ATM.

Beberapa kerja sama pembuatan Co-Branding yang telah dijalin yakni dengan Persatuan Perawat Indonesia Jateng, Persatuan Doktor Indonesia Jateng, dan Universitas Muhammadiyah Semarang.
 
"Kami masuk ke universitas, asosiasi, dan komunitas. Kalau anggota komunitas sekitar 100-200 orang, bisa bekerja sama dengan kami untuk pembuatan kartu anggotanya," katanya.

Melalui kerja sama dengan IPHI Jateng, BSM berpeluang memperoleh potensi penambahan nasabah hingga 40.000 orang, sesuai dengan jumlah anggota yang tercatat saat ini.

Sugeng menuturkan kerjasama ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, juga untuk memperluas jangkauan elemen dan segmen yang ada di masyarakat dalam menyosialisasikan produk perusahaan.
 
Sejauh ini total kantor cabang yang terletak di Regional Jawa 1 berjumlah 137 cabang. Sugeng mengatakan penambahan kantor cabang kemungkinan besar baru dilakukan pada tahun depan.

Meski tidak menambah cabang tahun ini,  pengembangan jaringan akan tetap dilakukan melalui penambahan jumlah ATM dan warung mikro.

Dia menilai peminat tabungan dengan sistem syariah terus memperlihatkan pertumbuhan. Menurut dia, konsep bagi hasil yang ditawarkan oleh perbankan syariah akan lebih menguntungkan, lebih adil, dan lebih barokah.

Ketua IPHI Wilayah Jateng Harsono mengatakan untuk tahap pertama pembuatan kartu akan dilakukan kepada seluruh pengurus IPHI di Jateng, yang meliputi wilayah 35 kabupaten/kota, sampai ke tingkat kecamatan.

"Jumlahnya saya tidak ingat pasti berapa. Setelah itu, mungkin bisa dikembangkan hingga mencapai sekitar 14.000 orang untuk sasaran pertama. Kami harapkan kerja sama ini bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," tuturnya.

Nantinya, anggota akan membuat tabungan di BSM, dan bisa memanfaatkan kartu tersebut sebagai kartu identitas keanggotaan sekaligus ATM. Dia menuturkan kerja sama ini baru tahap awal, dan ke depan bisa dikembangkan untuk jenis pembiayaan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini